Pelatih Sementara PSM Makassar Tanpa Beban Menatap Duel Pertama Sebagai Juru Racik Kepala Juku Eja di Kompetisi BRI Liga 1

Nahkoda sementara PSM Makassar, Syamsuddin Batola menerangkan tim besutannya amat siap meladeni Persipura Jayapura pada partai jornada ke-14 Kompetisi BRI Liga 1 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (27/11/2021).

Secara pribadi, Syamsuddin Batola pula mengaku tidak merasa terbebani dengan status dirinya yang perdana kali mentas di ajang kasta teratas Indonesia sebagai arsitek kepala.

Menurut mantan bek PSM Makassar peraih trofi juara Liga Indonesia 1999/2000 ini, dirinya malah makin termotivasi untuk memperlihatkan kemampuannya. “Kami sudah mempersiapkan diri menghadapi laga besok,” ujar Syamsuddin Batola dalam sesi jumpa media, Jumat (26/11/2021).

“Saya senang situasi tim tak terganggu setelah coach Milo (Milomir Seslija, eks pelatih PSM) tak lagi bersama tim. Bagi kami, pergantian pelatih adalah hal biasa dalam sepak bola,” lanjutnya.

Sejatinya, Syamsuddin Batola sudah punya pengalaman sebagai nahkoda kepala Juku Eja meskipun cuma turnamen, yaitu Piala Menpora 2021. Pada gelaran pra musim itu, klub asal Makassar ini bermaterikan murni punggawa lokal sanggup menembus semifinal.

“Saya sudah bilang ke pemain, tetap main normal sesuai karakter khas PSM. Kami juga tak akan melakukan penjagaan khusus pada satu atau dua pemain Persipura,” tegas Syamsuddin.

Pelatih sementara PSM Makassar itu menambahkan, ia cuma minta anak didiknya supaya mewaspadai pergerakan musuh yang paling dekat dengan mereka.

“Pemain Persipura memiliki kualitas individu yang baik. Hanya memang mereka masih berusia muda. Tapi, saya melihat penampilan mereka saat mengalahkan Persikabo 1973 lumayan baik,” tutur Syamsuddin.

Pada peluang yang sama, winger PSM Makassar, M. Arfan yang mendampingi sang mentor berpendapat senada terkait pergantian juru taktik di Juku Eja.

“Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih kepada coach Milo atas kerjasamanya selama ini. Secara mental dan teknis, kami tak terpengaruh dengan situasi ini,” ungkap Arfan.

Arfan dan rekan-rekan harus fokus demi memetik tiga angka sangat penting. Apalagi dimata pilar berusia 24 tahun ini, Mutiara Hitam bukan klub yang gampang ditaklukkan. “Pelatih sudah menyiapkan strategi untuk laga besok. Sebagai pemain, kami tinggal menjalankannya,” terang Arfan.

Punggawa berpostur tinggi 170cm itu sendiri kembali bermain bareng Juku Eja usai absen di duel melawan PSIS Semarang lantaran terjerat akumulasi kartu kuning. Sang pemain bakal berduet dengan Sutanto Tan sebagai penyeimbang sektor tengah sekaligus menopang pergerakan kreator serangan Juku Eja, Wiljan Pluim.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *