Tanggapan Pelatih Baru Persik Kediri Setelah Klubnya Dikalahkan Madura United

Persik Kediri kembali mengalami kekalahan dalam sambungan joranda ke-13 Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Klub asal Kediri ini menyerah dua gol tanpa balas dari Madura United di Stadion Moch. Soberoto, Magelang, Rabu (24/1/2021).

Dua brace Laskar Sape Kerrab bersarang ke gawang Macan Putih, yang semuanya dicetak oleh Hugo Gomes Jaja. Gol perdana lahir via eksekusi penalti di menit kesembilan dan kedua lewat tendangan bebas indah menit ke-53.

Sementara permainan Dany Saputra dan rekan-rekan menurun drastis dibanding duel sebelumnya. Pekan lalu, Macan Putih ditaklukkan Arema FC 2-3, tetapi spirit punggawa istimewa.

Kekalahan dari tim asal Pulau Garam itu mengundang tanggapan dari juru racik Macan Putih, Javier Roca. Ia menunjuk proses perekrutan pilar di awal musim banyak kesalahan.

“Saya lihat anak-anak sudah mengeluarkan kemampuannya. Tapi saya amati hampir semua lini masih kurang. Saya kira ini masalah perekrutan awal tahun,” kata Javier Roca.

Dalam partai di Magelang, Laskar Sape Kerrab langsung tancap gas menekan pertahanan Macan Putih dalam memulai babak pertama. Hasilnya, mereka memperoleh hadiah penalti usai Aldo Claudio menarik baju dan menjatuhkan Slamet Nurcahyo di kotak penalti pada menit ke depalan.

Winger Hugo Gomes Jaja pun bermain sebagai eksekutor dan berhasil menceploskan bola ke gawang Macan Putih di menit kesembilan. Dia mengarahkan bola mendatar ke kiri, dan mengeco penjaga gawang Dikri Yusron yang bergerak ke kanan.

Macan Putih tampil makin agresif berupaya melesakkan gol balasan. Sisanya, Persik bermain sebagai tim yang memberikan banyak ancaman. Macan Putih tampak amat ambisius untuk mampu membobol gawang Laskar Sape Kerrab di babak kedua.

Malah Laskar Sape Kerrab malah sukses menambahkan keunggulan di menit ke-53 via tendangan bebas. Jaja lagi-lagi jadi aktornya. Dia melepaskan sepakan keras dengan kaki kiri yang kembali tidak berhasil dibendung oleh Dikri Yusron.

Pelatih Persik Kediri ini menilai hasil yang diperoleh klubnya sebatas itu kemampuan anak didiknya. Kekalahan dari Laskar Sape Kerrab membikin Macan Putih masih terjebak di zona degradasi, posisi ke-16 dengan 10 poin.

“Saya tak tahu, apakah memang segitu kualitas pemain. Karena kami sudah bekerja keras, tapi hasilnya seperti ini. Namun kami akan terus latihan keras lagi untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Juru racik asal Chile itu pun berpikir untuk menggaet pilar berkualitas di seluruh posisi pada jendela transfer nanti. Sejauh ini Macan Putih sudah merekrut satu punggawa, yaitu Arthur Irawan dari PSS Sleman.

Punggawa berusia 28 tahun itu sudah berlabuh dengan Persik Kediri. Tetapi ia belum dapat dimainkan lantaran pendaftaran pilar anyar baru dibuka ketika jendela transfer paruh musim yaitu pertengahan Desember 2021 nanti.

“Kalau ditanya posisi mana yang dievaluasi, semua lini harus dievaluasi. Jika Persik ingin lepas dari degradasi, saya ingin tambahan pemain bagus di semua lini,” ucapnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *