Pelatih Bhayangkara FC Marah Dengan Kepemimpinan Wasit Setelah Klubnya Kalah dari Persita Tangerang

Bhayangkara FC menderita kekalahan ketika meladeni Persita Tangerang dalam sambungan Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Tim besutan Paul Munster ini kalah tipis 1-2 dari Pendekar Cisadane di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (18/11/2021) sore.

Dalam laga ini, Pendekar Cisadane melesakkan dua brace dari kaki Irsyad Maulana dan Ahmad Nur Hardianto. Sementara satu-satunya gol balasan The Guardians disumbangkan oleh Dendy Sulistiawan.

Kekalahan itu membikin arsitek Bhayangkara FC, Paul Munster amat kecewa. Sang juru racik marah dengan performa timnya di babak pertama.

Bahkan, juru taktik asal Irlandia Utara ini dengan tegas menyebut permainan pada babak perdana meladeni Pendekar Cisadane merupakan performa paling buruk tim besutannya sejauh ini.

“Babak pertama buruk sekali, salah satu penampilan terburuk kami yang pernah saya lihat dari tim ini. Babak pertama sedikit lebih baik kami bisa cetak gol. Tapi sayangnya kami kebobolan karena kecerobohan kami,” kata Munster dalam sesi jumpa pers virtual selepas laga kontra Persita.

Permainan The Guardians pernah membaik pada babak kedua. Meskipun tetap saja tidak bisa menjauhkan dari kekalahan.

Target kemarahan nahkoda berusia 39 tahun itu berikutnya tujukan kepada wasit yang memimpin laga. Menurut sang pelatih, wasit Armyn Dwi asal Sumatera Utara yang memimpin partai itu memiliki kualitas yang amat buruk.

Bahkan, menurut eks pelatih Vanuatu itu, Armyn seharusnya masih memimpin Liga 3 bukannya di ajang kasta tertinggi Indonesia. Sang nahkoda menuding wasit tidak kompeten.

Terutama di babak kedua, ketika The Guardians mengklaim memperoleh hadiah tendangan penalti. Kemudian kartu merah kepada Ezechiel N’Douassel di babak kedua pula dipertanyakan arsitek Bhayangkara FC tersebut.

“Kami juga seharusnya ada satu penalti. Itu juga diusut juga bagaimana kualitas kepemimpinan wasit di laga itu. Wasit bukan kelas Liga 1. Itu salah satu alasan sepak bola Indonesia tidak bisa berkembang,” tegasnya dengan ekspresi kesal.

The Guardians masih memimpin klasemen sementara Kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Mereka mengoleksi 28 angka dari 12 duel. Mereka cuma berjarak tiga angka saja dari Persib Bandung.

Posisi The Guardians cukup rawan kembali digeser Maung Bandung, kalau sanggup mengatasi Persija Jakarta. Lantaran Persib memiliki rekor yang lebih baik ketika berjumpa Bhayangkara FC, meskipun memiliki nilai sama.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *