Menanti Gebrakan Gelandang Bali United di Klubnya di Kompetisi BRI Liga 1

Bomber Bali United, Ilija Spasojevic, menyandang status sebagai satu di antara pencetak gol terbanyak Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dengan tujuh brace. Tidak cuma sang pilar, Melvin Platje dan Eber Bessa pula sudah menciptakan gol pertama di liga.

Lalu kapan Stefano Lilipaly mampu membuka keran golnya bareng klub asal Pulau Dewata ini pada musim ini? Responsnya adalah menanti waktu. Mungkin itu yang ada benak juru racik Serdadu Tridatu, Stefano Teco Cugurra, saat ini.

Sesungguhnya, punggawa berusia 31 tahun ini sukses melesakkan brace pertama ketika melawan Persipura Jayapura pada jornada ke-11 ajang kasta tertinggi Indonesia itu. Tetapi, waktu itu golnya dianulir lantaran lebih dulu terjebak offside.

Arsitek asal Brasil itu saat ditanya tentang penampilan winger kelahiran Belanda itu musim ini memang tidak mau merespons. Namun, dia mengaku kalau sang pemain beberapa kali absen. Faktor itu menjadi salah satu hal yang membikin penampilan Stefano belum begitu moncer pada musim ini.

“Ada beberapa pemain tahun ini termasuk Fano yang punya banyak masalah pribadi. Waktu punya masalah pribadi, mereka tidak ikut latihan dan tidak bisa main. Ini pasti ganggu ketika Bali United tidak lengkap,” terangnya Sabtu (13/11/2021).

Sesungguhnya posisi ideal pemain berpostur tinggi 175cm itu adalah winger serang. Itu menurut pengakuan Teco beberap tahun lalu. Mungkin hingga kini pun, sang pemain masih bahagia kalau diturunkan sebagai punggawa nomor 10.

Akan tetapi, eks pelatih Persija Jakarta itu banyak menurunkannya sebagai wide attacker. Dia beranggapan pemain bernomor punggung 10 di Bali United ini adalah pilar yang mampu ditempatkan di mana saja tergantung keperluan tim seperti winger serang atau striker sayap.

“Fano bisa main di depan atau di tengah. Kami perlu lihat Bali United butuh apa agar dia bisa bantu tim. Dia beberapa kali latihan di beberapa posisi,” ujar Teco

“Pada tahun-tahun sebelumnya situasi sama. Dia main sebagai gelandang serang atau di depan,” ungkap pelatih berpaspor Brasil tersebut.

Penampilan eks gelandang SC Telstar itu dalam delapan laga sesungguhnya tidak mampu diujarkan buruk namun tidak bisa diujarkan menterang pula.

Dalam delapan partai, punggawa Bali United ini baru mengemas satu assist dan bahkan cuma melesakkan empat sepakan tepat target dari delapan kali percobaan.

Selain itu, dia baru mencatatkan 126 umpan sukses dari 167 kali percobaan. Dari segi pertahanan, Stefano Lilipaly sejauh ini membikin tiga tekel, lima intersep, dan enam pelanggaran.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *