Pelatih Persebaya Surabaya Berkeinginan Tidak Dirugikan Wasit Lagi Ketika Klubnya Menghadapi Persija Jakarta

Arsitek Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengungkapkan keinginannya ketika melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Selasa (26/10/2021) malam. Dia tidak ingin klubnya dirugikan wasit lagi dalam pertandingan jornada kesembilan Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.

Performa para wasit ajang kasta tertinggi Indonesia musim ini menjadi sorotan lantaran banyak membikin keputusan kontroversial. Terakhir, Bajol Ijo menjadi klub dirugikan dengan keputusan kurang tepat pengadil lapangan ketika meladeni Persela Lamongan pekan lalu (21/10/2021).

“Saya membaca berita bahwa wasit saat ini menjadi sorotan. Tentunya, ini harus menjadi motivasi bagi wasit dan hakim garis. Hakim garis juga punya peran penting untuk mendukung wasit dalam menentukan keputusan yang tepat,” kata Aji Santoso.

“Kerjanya (hakim garis) kan gampang, hanya mengamati (insiden dalam pertandingan). Kalau tidak bisa ya disayangkan karena mereka dibekali pemahaman law of the game,” imbuh pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Sebelumnya, nahkoda asal Malang ini meradang lantaran klubnya dirugikan wasit ketika Bajol Ijo ditahan seri Laskar Joko Tingkir. Peristiwa kontroversial itu terjadi pada menit ke-35 partai sesama tim Jawa Timur tersebut.

Mulanya, Wilkson mengadakan eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke gawang. Bola pernah ditangkap Dwi Kuswanto, tetapi terlepas dan tayangan ulang memperlihatkan masuk ke gawang sebelum ditangkap lagi.

Wasit Musthofa Umarella tidak mengesahkan brace itu dan tetap menyatakan duel berlanjut di tengah protes para punggawa. Dalam keadaan ini, Laskar Joko Tingkir dengan cepat mengadakan serangan balik ke pertahanan Bajol Ijo.

Bencana buat Bajol Ijo, operan terobosan punggawa Laskar Joko Tingkir kepada Ivan Carlos yang tampak offside tidak membikin laga mandek masih di menit yang sama. Sang penyerang kemudian melepas sepakan mendatar kaki kiri yang tidak berhasil dibendung Andhika.

PSSI pula berencana mengevaluasi kinerja wasit yang bertugas di Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021. Evaluasi ini diadakan untuk menaikkan kinerja pengadil lapangan dan hakim garis.

Evaluasi ini bakal dipimpin oleh Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh. PSSI tidak segan-segan bakal memberikan sanksi berat kalau ada perangkat pertandingan ketika bertugas mengadakan kesalahan sehingga merugikan pihat tertentu.

“Ke depan, bagaimana wasit dan hakim garis harus intropeksi diri. Kalau pemain ada hukumannya, maka wasit dan hakim garis juga harus bisa mendapat kartu merah,” tutur pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Masalah seperti ini tidak cuma terjadi pada duel yang melibatkan Bajol Ijo. Sebelumnya, Persija Jakarta pula merasa dirugikan dengan keputusan wasit Oki Dwi Putra ketika melawan Arema FC, Minggu (17/10/2021).

Akibatnya Macan Kemayoran harus takluk 0-1 dan tidak berhasil memetik angka di duel itu. Manajemen Persija kemudian mengirimkan surat protes kepada PSSI atas kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang banyak merugikan mereka.

Menariknya, Macan Kemayoran dan Bajol Ijo, yang sama-sama sempat dirugikan wasit, sekarang bakal berlaga dalam laga klasik dalam jornada kesembilan Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (26/10/2021) malam.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *