Belum Sempat Menang di Ajang, Madura United Percaya Diri Mampu Bangkit Meladeni PSS Sleman

Madura United sekarang dalam tekanan pendukung karena belum sukses memetik kemenangan di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Dari tiga duel, klub asal Pulau Dewata ini cuma seri dua kali dan satu kali takluk.

Sekarang, Laskar Sape Kerrab akan berjumpa dengan PSS Sleman dalam jornada keempat di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (25/09/2021) sore. Mereka ingin bangkit dari keterpurukan dengan mengalahkan klub asal Sleman tersebut.

Rahmad Darmawan berusaha menjadi tekanan itu sebagai motivasi untuk bangkit di pekan keempat nanti.

“Pemain tidak masalah. Semuanya siap dan sama-sama mengerti tanggung jawabnya. Tinggal bagaimana nanti persiapannya kami aplikasikan di lapangan. Semua dalam motivasi tinggi dan semangat yang sama ingin bangkit dari kondisi seperti ini,” ujarnya.

Motivasi Laskar Sape Kerrab untuk bangkit menaik kalau melihat dari head-to-head alias catatan perjumpaan dengan Super Elang Jawa. Karena, Madura United bisa mengungguli kandidat musuhnya itu.

Berdasarkan catatan jejak perjumpaan itu, Laskar Sape Kerrab dan Super Elang Jawa sudah empat kali bertemu sejak 2019. Dua partai di Liga 1 2019, satu kali berjumpa di Piala Presiden 2019 dan satu duel di Piala Menpora 2021.

Dari empat partai itu, Laskar Sape Kerrab itu cuma menang dua kali. Sayangnya, seluruhnya terjadi di gelaran turnamen pramusim. Mereka belum sempat menaklukkan Super Elang Jawa dalam ajang kasta tertinggi Indonesia itu di dua partai, masing-masing satu kali takluk dan imbang.

Pelatih asal Lampung ini, merasa rekor perjumpaan bakal menjadi motivasi. Meskipun begitu, dia mengingatkan anak didiknya untuk tidak meremehkan kekuatan klub musuh.

“Bisa dijadikan motivasi, tapi bukan patokan keseluruhan. Siapa yang siap di lapangan dan meminimalisir kesalahan, dia yang akan memenangkan pertandingan. Itu yang sedang kami upayakan,” ujarnya.

Laskar Sape Kerrab sesungguhnya melakoni tiga duel perdana terburuk sejak berkiprah di kompetisi Liga 1 mulai 2017. Biasanya, mereka selalu setidaknya memetik satu kemenangan dalam tiga duel awal ajang kasta teratas.

Penampilan bagus mereka terjadi di pada musim 2019 dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut di tiga pekan perdana. Itu terjadi bahwa kepelatihan Dejan Antonic yang sekarang sudah menjadi juru racik Super Elang Jawa.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *