Nahkoda Persib Bandung Pertanyakan 2 Kartu Kuning Untuk Klubnya

Laga pertama Persib Bandung melawan Barito Putera di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (04/09/2021), diwarnai empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit asal Sumatra Barta, Aprisman Aranda. Tiga di antaranya kartu kuning itu yang diberikan kepada pilar Maung Bandung.

Tiga punggawa Pangeran Biru yang memperoleh kartu kuning adalah Marc Klok pada menit ke-61, Ezra Walian (74′), dan bek sayap Ardi Idrus (82′).

Nahkoda Persib Bandung, Robert Alberts, merasa ragu dengan keputusan kartu kuning untuk dua anak didiknya. Meskipun begitu, sang arsitek menerima keputusan wasit.

“Saya pikir secara pribadi, dari tiga kartu kuning, satu tentunya memang seharusnya mendapat kartu kuning dan saya tidak komplain dengan itu. Tapi untuk dua kartu kuning lainnya menurut saya sangat meragukan,” seloroh Robert Alberts, Senin (06/09/2021), di Bandung.

Menurut juru taktik berusia 66 tahun itu, saat Mohammed Rashid dilanggar keras oleh amunisi Laskar Antasari tanpa ada niatan mengambil bola malah wasit tidak memberi kartu kuning.

“Jadi konsistensi dari itu yang saya pertanyakan,” cetus pelatih Persib Bandung asal Belanda itu.

Di sisi lain, eks juru racik PSM Makassar itu mengakui timnya belum mampu memperlihatkan akurasi dari operan silang untuk pilar sektor serang pada duel itu.

“Menurut saya, hal bagusnya adalah banyak tim-tim top mencetak gol melalui umpan silang. Tapi hal yang belum bisa ditunjukkan pemain kami adalah akurasi dari umpan tersebut belum akurat,” tegas Robert.

Mantan nahkoda Sarawak FA itu menuturkan banyak punggawa di posisi sayap yang tidak peka untuk melepas operan silang. Menurutnya, tim besutannya wajib segera memperbaiki kekurangan untuk persiapan partai berikutnya di ajang kasta teratas Indonesia musim 2021/2022.

“Kini kami tinggal bekerja untuk membenahi kualitas dari umpan silang tersebut. Kami juga harus memperbaiki cara striker melakukan penempatan posisi dan timing,” ungkap Robert.

“Jadi kami harus membenahi kualitas crossing dan timing pemain depan dalam menyundul bola,” tambah eks pelatih Arema Indonesia dan PSM Makassar itu.

Kemenangan tipis klub asal Kota Kembang ini 1-0 atas Laskar Antasari memang baru tercipta pada menit ke-85 via tendangan bebas Marc Klok. Ketajaman Wander Luiz waktu itu hampir tidak tampak karena salah satunya lantaran kurangnya operan silang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *