Gegara PPKM Darurat Jawa-Bali, Pelatih Persik Kediri Tidak Mampu Mengukur Progres Anak Didiknya

Aturan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah berdampak cukup berarti bagi Persik Kediri. Imbasnya Macan Putih tidak makin apik, namun justru statis atau bahkan menurun.

“Selama PPKM Darurat kami tetap latihan rutin secara tertutup. Menunya fisik dan teknik. Namun saya tak bisa mengamati progres tim ini secara riil,” kata Joko Susilo.

Progres klub secara kasat mata yang dimaksud nahkoda asal Cepu itu terkait penerapan dari pola permainan yang dirancangnya.

“Kalau fisik dan teknik tiap individu pemain sudah bagus. Tetapi, permainan dan kerjasama tim yang tak bisa dilihat. Karena anak-anak hanya melakukan gim internal,” ujarnya.

Padahal, lanjut eks juru latih Arema FC itu, perkembangan sebuah klub baru terlihat di laga resmi seperti uji tanding dengan tim lain.

“Seharusnya di akhir program mingguan ada uji coba untuk melihat kemajuan permainan Persik Kediri. Selama PPKM Darurat, kami tak bisa menggelar uji coba. Karena ada larangan melakukan aktifitas berbentuk kerumunan,” tuturnya.

Sebelum PPKM Darurat, klub asal Kediri ini sudah melakoni beberapa uji coba menghadapi tim lokal, Persipura (Liga 1), Dewa United, KS Tiga Naga (Liga 2), dan Blitar Poetra (Liga 3 Jatim).

“Saat PPKM Darurat, seolah tim ini statis atau mulai dari nol lagi. Atmosfer dan tensi gim internal jelas berbeda dengan uji coba. Jujur, saat ini saya pusing dengan situasi ini,” ungkap pria yang akrab disapa Getuk tersebut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *