Juru Racik Baru PSM Makassar: Berprestasi di Arema FC, Belum Teruji di Tim Lain

PSM Makassar punya seorang nahkoda anyar untuk musim ini, yaitu Milomir Seslija. Sang pelatih bahkan sudah memantau secara langsung latihan Juku Eja.

Sesungguhnya arsitek asal Bosnia itu, bukan nama anyar dalam sepak bola Indonesia. Dia sudah melatih sejumlah tim di Indonesia, mulai dari Barito Putera, Arema FC, Persiba Balikpapan, dan Madura United. Sekarang, petualangan sang nahkoda berlanjut di Tim asal Makassar tersebut.

Tetapi, ada sebuah catatan unik dari kiprah pelatih berusia 56 tahun itu di Tanah Air. Sang nahkoda cuma memetik prestasi saat menukangi Singo Edan. Selain itu, nasib Milomir Seslija selalu mandek di tengah jalan dengan berbagai alasan.

Saat menukangi Barito Putera, masa kerjanya tidak berlanjut sebab ajang terhenti akibat sanksi FIFA pada 2015. Usai itu bareng Persiba Balikpapan pada musim 2017. Ia mengundurkan diri waktu itu.

Pelatih kelahiran 21 Juli 1964 itu pernah menjadi perbincangan publik sebab manajemen tim asal Balikpapan itu merasa dia kabur dari klub. Disinyalir saat itu sang arsitek memperoleh tawaran yang lebih menarik dari tim lain.

Sementara itu di Madura United pada musim 2018, dia dimandekkan di tengah musim lantaran permainan skuat dianggap kurang maksimal. Padahal Laskar Sape Kerrab memiliki materi punggawa bertabur bintang.

Tetapi, berbeda dengan seluruh itu, eks pelatih Persiba Balikpapan itu memiliki hasil yang berbanding terbalik saat melatih Arema FC pada 2016 dan 2019. Dia selalu sukses memetik trofi bareng tim kebanggaan Aremania tersebut.

Pada musim 2016 Milomir Seslija memboyong Singo Edan menjadi juara Bali Island Cup dan Bhayangkara Cup. Sementara pada 2019, ia membantu Arema FC menjadi kampiun Piala Presiden. Seluruh turnamen itu cukup bergengsi sebab diikuti klub-klub tangguh dari ajang kasta teratas sepak bola Indonesia.

Entah mengapa mantan nahkoda Sabah FA itu sepertinya cuma mampu berprestasi di Singo Edan. Saat baru hadir di Tanah Air, sang pelatih pernah menukangi skuat Arema yang berajang di Indonesia Premier League pada 2012.

Saat itu nasibnya cuma bertahan dalam hitungan bulan. Arema IPL terpecah sebab perselisihan. Masa kerjanya pun tidak berlanjut lantaran tugasnya di Arema IPL digantikan oleh Dejan Antonic.

Saat melatih Singo Edan, eks pelatih Slavija Sarajevo itu selalu punya kombinasi materi pilar muda dan sarat pengalaman. Tapi, yang paling krusial, tentu punggawa berpengalaman. Waktu itu dia mempunyai Hamka Hamzah yang menjabat sebagai kapten klub, baik pada musim 2016 maupun 2019.

Selain itu ada nama-nama seperti Cristian Gonzales, Esteban Vizcarra, Raphael Maitimo pada musim 2016. Sementara pada musim 2019 ada Makan Konate yang menjadi bintang sekaligus pilar kunci Singo Edan.

Lantas bagaimana nanti kiprah mantan juru racik Rudar Kakanj di PSM Makassar? Dalam tim yang dimilikinya pada saat ini, ada Zulkifli Syukur yang masih menjadi kapten sekaligus panutan di dalam tim. Selain itu ada pilar seperti Hasim Kipuw dan masih banyak yang lain.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *