Seperti Ini Menu Arema FC di Masa PPKM Darurat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali sejak hari ini sampai 20 Juli mendatang. Tujuannnya jelas untuk menghambat penyebaran virus COVID-19. Arema FC sebagai peserta Liga 1 pula terdampak dengan aturan tersebut.

Satu di antara dampak yaitu banyak lapangan yang biasa dipakai sebagai tempat latihan dituutp untuk umum.

Menyikapi faktor itu, juru racik Singo Edan, Eduardo Almeida menjajal bijaksana. Meskipun klubnya perlu persiapan, tetapi peraturan dari pemerintah pula wajib dipatuhi.

“Kemarin masih ada latihan. Selanjutnya, akan bicara khusus dengan manajemen untuk program,” jelas pelatih 43 tahun asal Portugal ini.

Kalau nantinya masih ada lapangan yang dipakai untuk latihan, pelatih asal Portugal itu bakal meneruskan acara latihannya. Meskipun ajang kasta tertinggi Indonesia pula bakal ditunda hingga akhir Juli. Lantaran latihan berharga untuk menjaga keadaan anak didiknya.

”Jadi, sekarang saya belum tahu seperti apa nanti. Jika ada lapangan, tentu akan latihan,” sambungnya.

Kalau tidak, bakal ada menu yang diberikan kepada punggawa tim asal Malang itu. Dendi Santoso dan rekan-rekan bakal melakoni sesi latihan di rumah masing-masing.

“Program akan diberikan tidak bisa latihan di lapangan. Bisa saja saya meminta mereka menggunakan peralatan apapun di rumah yang bisa digunakan untuk latihan. Tapi ini juga jadi tanggung jawab pemain Karena tidak ada kontrol langsung. Seperti latihan berlari, tentu tidak bisa diawasi. Tapi saya percaya mereka akan melakukan tugasnya,” jelas mantan pelatih Semen Padang ini.

Tapi, kalau Singo Edan tetap mampu berlatih di lapangan, nahkoda berusia 43 tahun itu mampu lebih bahagia.

“Kalau memungkinkan, tentu ingin latihan di lapangan. Namun saya belum bisa banyak berkomentar. Karena yang pertama, harus hormati keputusan pemerintah,” tegas dia.

Sesungguhnya keadaan seperti ini sempat dialami tim kebanggaan Aremania itu. Saat itu masih di awal wabah virus COVID-19 dan tidak boleh ada aktivitas yang melibatkan banyak orang. Pilar memperoleh menu latihan di rumah.

Arsitek fisik saat itu, Marcos Gonzales mengamati tiap latihan punggawa via zoom. Hasilnya memang tidak maksimal. Lantaran mereka cuma latihan untuk menjaga keadaan. Tidak mampu melakukan menu taktik dan strategi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *