Ajang Liga 1 Kembali Ditunda, PSSI Menyerahkan Urusan Masa Kerja dan Upah Pilar ke Tim

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) setuju kembali menunda Liga 1 dan Liga 2. Terkait masalah masa bakti dan upay punggawa, PSSI menyerahkan semuanya ke tim.

Ajang kasta tertinggi Indonesia musim 2021/2022 bakal dihelat pada 09 Juli, sedangkan kompetisi kasta kedua Indonesia menyusul dua pekan usainya. Tetapi, PSSI dan PT LIB setuju menunda ajang ke akhir Juli 2021 untuk memenuhi permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Penundaan ajang tentu bakal berpengaruh pada masa kerja dan bayaran pilar. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut aturan SK PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 berisi tentang “Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020” sudah tidak berlaku lagi.

“Tentang kontrak para pihak yang menyangkut klub semuanya, kami serahkan ke klub. Apa yang pernah disampaikan terkait pemberian gaji 25 persen itu kan berlaku pada 2020,” kata Yunus Nusi dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021).

“Pada musim ini, kami serahkan ke kawan-kawan klub kontraknya. Jadi, tentang itu, kami serahkan ke klub,” tegas Yunus Nusi.

PSSI dan PT LIB belum mampu menentukan jadwal anyar kick-off Liga 1 2021/2022. Jadwal anyar bakal bergantung pada keadaan wabah virus Corona yang melanda Indonesia.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku pihaknya mendukung penuh pemerintah dalam usaha menekan angka Corona dengan menunda pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2. Sang pria berkeinginan penundaan ini mampu membantu pemerintah dalam usaha menekan angka penyebaran Corona.

“Berdasarkan asas kemanusiaan, PSSI dan PT LIB bersedia mengikuti saran pemerintah. Kami ketahui bersama kondisi COVID-19 di Indonesia sedang memburuk, PSSI dan PT LIB selalu memberikan dukungan kepada penanganan COVID-19,” tegas Yunus Nusi.

PSSI dan PT LIB belum mampu secara pasti memastikan jadwal anyar Liga 1 dan Liga 2. Jadwal ajang seluruhnya bakal bergantung pada keadaan pandemi Corona.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *