Sebulan Melatih Arema FC, Juru Racik Baru Singo Edan Belum Bisa Membawa Keluarga ke Malang

Nyaris sebulan juru racik asal Portugal, Eduardo Almeida, melatih Arema FC. Selain kesibukannya di lapangan, sang nahkoda masih sendirian berada di Malang dan belum membawa keluarganya untuk tinggal bareng.

Ribetnya urusan administrasi dan protokol kesehatan selama wabah virus Corona membikin juru latih berusia 43 tahun itu wajib berpikir dua kali untuk memboyong anak dan kekasihnya.

“Orang melihat seorang pelatih itu enak, padahal tidak semudah itu. Secara pribadi, saya ingin membawa keluarga ke sini. Tapi, kondisi pandemi membuat kedatangan orang asing tidak mudah, termasuk soal visa, karantina, dan masih banyak yang lain,” ujar Almeida.

Selain itu, ada hal lain yang membikinnya belum mampu berkumpul dengan keluarganya di Malang. Anaknya saat ini masih bersekolah di negaranya. Dia tidak ingin mengorbankan pendidikan anaknya demi profesi yang sekarang dilakoninya.

“Anak saya sekolah di Portugal. Mungkin mereka datang ketika libur sekolah. Tentu senang kalau mereka tinggal bersama saya di sini,” ujarnya.

Untuk membunuh kesepiannya, pelatih asal Portugal itu tiap hari berhubungan dengan keluarganya via video. Selain itu, dia menghabiskan waktu luang untuk menyusun menu persiapan Singo Edan. Terkadang, sang juru taktik pula mencari makanan western di Malang.

Sesungguhnya ini bukan perdana kalinya eks pelatih Benfica U-17 itu jauh dari keluarga. Saat menukangi Semen Padang pada musim 2019, dia belum pernah memboyong anak dan kekasihnya ke Padang. Saat itu dia berlabuh bareng tim asal Padang ini pada paruh kedua musim.

Tetapi, mantan juru racik Semen Padang itu merasa beruntung keluarganya mampu mengetahui profesinya ini. Maklum, dia sudah menjadi nahkoda berusia 20 tahun lebih dan cukup kerap berkarier di luar Portugal. Itu jadi pengorbanan istimewa, baik yang diadakan sang pelatih maupun anak dan kekasihnya.

Pada masa wabah virus Covid-19, Singo Edan pernah memakai dua legiun asing sebelumnya, Mario Gomez dan Carlo Oliveira. Dua juru latih asal Argentina dan Brasil itu pula tidak pernah membawa keluargan ke Malang.

Arsitek berusia 64 tahun itu pernah menjadwalkan kehadiran keluarganya pada pertengahan 2020. Karena dia gabung tim asal Malang itu sebelum wabah virus Covid-19 melanda Indonesia. Tapi, konsep itu tidak jadi sebab virus Covid-19 lebih dulu membikin ajang terhenti.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *