Ahmad Alfarizi Memberi Komentar Masalah Jendela Transfer Nahkoda Anyar

Jendela juru racik anyar Arema FC masih jadi pembicaraan hangat. Sekarang, nama Eduardo Almeida yang dihubungkan dengan posisi itu.

Arsitek berusia 43 tahun ini sekarang masih belum punya tim. Jadi, dia mampu sewaktu-waktu hadir ke Malang. Tapi manajemen Singo Edan belum merilis secara resmi. Usai Hari Raya Idul Fitri konsepnya nahkoda anyar bakal diperkenalkan sekaligus tanda tangan masa kerja.

Sesungguhnya bursa juru latih anyar tim asal Malang itu telah berjalan tiga bulan terakhir. Tepatnya usai Singo Edan tidak memperpanjang masa kerja juru taktik asal Brasil, Carlos Oliveira awal Februari lalu.

Bukan cuma pendukung yang menanti kehadiran penggantinya. Tapi pula para punggawa dan staf juru taktik. Kapten tim Singo Edan, Ahmad Alfarizi, hingga saat ini belum mengetahui siapa pastinya juru racik kepala yang anyar.

“Saya hanya mengikuti pemberitaannya di media tentang pelatih,” kata pemain berusia 30 tahun ini.

Amunisi asal Malang itu tidak ingin terlalu dalam mengetahui siapa nahkoda yang disiapkan nantinya. Siapa pun arsitek Singo Edan nanti, Alfarizi dan teman-temannya siap bekerjasama di lapangan.

Ditanya mengenai nama-nama juru taktik yang dikaitkan dengan tim kebanggaan Aremania itu, punggawa berusia 30 tahun ini tidak ingin banyak berkomentar.

“Saya tidak banyak komentar. Bagi saya, siapapun pelatihnya, kita harus siap dan mengikuti arahannya,” jelas pemain jebolan Akademi Arema ini.

Beberapa waktu lalu, General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku pernah berdiskusi dengan beberapa pilar dan skuat juru latih untuk memastikan pelatih anyar. Tetapi, punggawa berpostur tinggi 173cm itu menerangkan sebagai amunisi, menerima siapapun nahkoda yang digaet manajemen.

“Sebagai pemain, saya nurut saja siapapun pelatihnya nanti,” sambungnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *