PSS Sleman Memanfaatkan Penghentian Shopee Liga 1 2020 Untuk Merapikan

PSS Sleman mendukung keputusan penyetopan Shopee Liga 1 2020. Dirut PSS, Gracia Paulo, menyebutkan penghentian tersebut melegakan tim.

Yang utama adalah membawa manfaat bagi pembenahan di banyak lini untuk masing-masing tim. Dengan waktu yang ada, meskipun belum ada ajang, tim masih mampu berkegiatan di luar lapangan hijau.

Ia menerangkan keputusan PSSI memberi waktu dan napas bagi tim untuk merapikan dan fokus pada gelaran 2021. Sebelumnya, Super Elang Jawa menyarankan idealnya pelaksanaan ajang 2021 dilaksanakan usai Lebaran atau pada bulan Juni.

“Memang tak ada keputusan yang ideal saat ini, tapi apa yang diputuskan itu memberikan waktu dan napas bagi klub untuk berbenah,” jelasnya.

Shopee Liga 1 2020 dinilai force majeure tanpa pemenang dan degradasi. Tim masih menanti kejelasan untuk ajang musim ini.

Semua tim peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia sudah menyetujui bahwa ajang di tahun 2020 berkesudahan dan tidak butuh diteruskan kembali. Faktor itu berdasarkan keputusan ketika owners meeting dengan PT LIB akhir pekan kemarin.

Tetapi sekarang yang menjadi permasalahan adalah bagaimana dengan pelaksanaan ajang di tahun 2021. Seluruh tim telah sangat lama menanti waktu bergulirnya gelaran, usai nyaris setahun vakum.

Klub asal Sleman ini punya saran menarik mengenai bagaimana sewajarnya ajang mampu dihelat tahun ini atau sekaligus menjadi yang pertama sejak pandemi Corona. Bagi Super Elang Jawa, ajang bergulir pada bulan Juni 2021 adalah waktu yang paling tepat.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *