Penjual Senpi Kepada Dokter Penembak Isteri Tertangkap

Penjual Senpi Kepada Dokter Penembak Isteri Tertangkap : Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penjual senjata api (senpi) ilegal jenis Revolver Colt kepada dokter Ryan Helmi penembak mati istrinya dokter Letty Sultri.

Penjual Senpi Kepada Dokter Penembak Isteri Tertangkap

Dua pelaku yakni Roby Yogianto sebagai perantara penjualan senpi kepada dokter Helmy ditangkap di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, (28/11), dan dokter Sonny Sujatno sebagai pemilik senpi, ia ditangkap di sebuah apartemen di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (29/11/2017).

“Pada saat dilakukan penggeladahan di rumah tersangka dokter Sonny Sujatno ditemukan 2 unit senpi Revolver pabrikan, 12 unit air soft gun berbagai merk yang sudah dirakit menjadi senjata api dan 1000 buah amunisi senjata api berbagai merk,” kata Kasubdit Jatantas Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis, (30/11/2017).

Menurut Hendy, pembelian senjata dilakukan oleh dokter Helmi dari Roby dari percakapan mereka di akun Facebook. Roby kemudian menawarkan senpi jenis Colt Cobra milik dokter Sonny.

Dari percakapan itu disepakati harga senpi Rp18 juta dan akan diantar langsung oleh Roby kepada Helmi di Jakarta. Kemudian, Helmi mentransfer uang Rp2 juta untuk biaya transportasi Roby.

Pada tanggal 17 Oktober 2017 Roby berangkat dari Surabaya dengan Kereta Api menuju Klinik Medica Center, Cawang, Jakarta Timur, tempat Helmi bekerja. Setelah menerima 1 unit senpi jenis Revolver Colt Cobra dan 18 butir amunisi Helmi langsung mentranfer uang Rp18 juta seperti yang disepakati.

Dari uang tersebut Roby mentransfer ke Sonny sebesar Rp 10,5 juta untuk pembelian senjata. “Robby mengambil keuntungan Rp 7,5 juta,” ujar Hendy.

Dalam penggeledahan tempat tinggal Sonny ditemukan barang bukti, 2 kartu ATM, 2 buku tabungan, 1 KTA Perbakin dan belasan senpi yakni 1 Revolver North Arms 22, Revolver Iverjohn Cal 32, Sigsauer 32 (rakitan), Walther ppk 32 model gun, Tricolongrifle 22, Rifle 9 mm, Beretta rakitan 6 mm, Makarov modif cal 32 (rakitan), Pen Gun caliber 22 (rakitan), Zoraki 925 6 mm, Derringer caliber 22, Beretta mg 0.38, Mini Colt Black caliber 25, Zoraki 914 6 mm, dan Socomdce.

Selain itu polisi juga mengamankan lebih dari seribu amunisi berbagai ukuran, 7 pucuk air soft gun, dan satu pucuk senapan angin.

Amunisi diakui Sonny dibeli dari seorang oknum Perbakin di Surabaya.

Dokter Helmi menembak mati istrinya, dokter Letty Sultri (46) di tempat kerjanya di Klimik Azzahra Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, sekira pukul 14:00. Perempuan dokter lulusan Universitas Yarsi itu tewas dengan enam tembakan.

Usai menembak, Helmi kemudian melarikan diri dengan menggunakan ojek motor online yang menunggu di depan klinik menuju Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Di pos penjagaan depan, sebelum masuk kantor polisi itu, ia diperiksa. Petugas menemukan dua senjata api sehingga pelaku dibawa ke bagian Direktorat Reserse Kriminal Umum.