Penindakan Terhadap Pengoplosan Gas

Penindakan Terhadap Pengoplosan Gas : Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Mabes Polri membongkar aksi pengoplosan gas bersubsidi di Nerogtog, Pinang, Kota Tangerang. Ironisnya, praktik jahat itu berada ‘di belakang’ Kantor Polsek Cipondoh.

Penindakan Terhadap Pengoplosan Gas

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap Frengki (38). Pengelola gudang gas oplosan itu diamankan bersama tiga karyawannya. Tak hanya itu, ribuan tabung gas berbagai ukuran turut disita sebagai barang bukti.

“Ada empat orang yang kami amankan. Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan adalah Franky alias F,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di lokasi penggerebekan, Jumat (12/1/2018).

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, penggerebekan gudang milik Bowo terjadi pada Kamis 11 Januari 2018 kemarin. Penyelidikan dilakukan menyusul kelangkaan tabung gas melon di tengah masyarakat.

“Berawal dari hilangnya gas 3 Kg di pasaran. Kemudian petugas melakukan penyelidikan kemana sebenarnya gas itu beredar. Karena kami dapat informasi dari Pertamina bahwa pasokan gas 3 Kg cukup. Ternyata telah terjadi penyimpangan dilokasi ini sehingga dilakukan penggerebekan dan upaya paksa,” ungkapnya.

Tersangka Franky, sambung Setyo, merupakan penanggung jawab bisnis hitam tersebut. Bersama karyawannya, Frengki memindahkan gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi. Konspirasi jahatnya itu dilakukan secara terorganisir.

“Tersangka membeli gas Melon dengan harga Rp 21.000 diatas harga pasar yang seharusnya Rp 17.000. Sehingga pengecer lebih tertarik menjual gas 3 Kg kepada tersangka daripada dijual kepada masyarakat. Gas dari tabung melon tersebut kemudian disuntikkan ke tabung gas 12 Kg dan 50 Kg dengan menggunakan selang,” bebernya.