Pembantai Sopir Angkot Cipali Diringkus

Pembantai Sopir Angkot Cipali Diringkus : Terungkap sudah teka teki temuan mayat di Km 83 Tol Cipali arah Jakarta-Cirebon, pada 09 Oktober 2017 lalu. Korban tewas sopir angkot Slamet Badawi, 24, warga Tegal, diketahui dibantai satu komplotan yang ingin menguasai angkot korban.

Pembantai Sopir Angkot Cipali Diringkus

Tim Resmob Polres Subang bekerjasama Tim Jatanras Polda Bandar Lampung membekuk empat terduga yang dua di antaranya wanita muda putus sekolah, di Cilegon, Banten, dan Lampung.

Keempat terduga pembunuh korban masing masing DPA (24), San (24), dan dua remaja putri yang masing-masing masing masih di bawah umur, karena baru 16 tahun.

Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni didampingi Kasat Reskrim AKP M Ilyas dan Kasubag Humas AKP Udi Sahudi, membenarkan adanya penangkapan empat terduga pembunuh sopir angkot.

Menurut Udi, tertangkapnya empat terduga pembantaian sopir warga Tegal itu berkat kerja keras jajaran Reskrim Polres Subang dalam menyelidiki penemuan mayat diduga korban pembunuhan dipinggir Tol Cipali.

Petugas menemui titik terang hingga akhirnya mengarah ke pelaku yang bermukim di Cilegon, Banten pada Kamis 12 Oktober 2017 lalu. Dari pelaku DPA diketahui sebagai eksekutor yang diringkus di Cilegon, kemudian dikembangkan dan mengarah ke para pelaku lainnya yang kabur ke Lampung.

Tim Resmob Polres Subang lalu mengejarnya ke Bandar Lampung bekerjasama dengan Tim Jatanras Polda setempat. “Akhirnya kita berhasil mengamankan empat terduga pelaku dua di antaranya wanita muda putus sekolah,” jelasnya dihubungi.Pos Kota, Jumat (20/10/2017).

Dari tangan pelaku, lanjut dia, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 lembar Kartu Indonesia Sehat, Kartu E-Money Bank Mandiri, SIM dan KTP atas nama Slamet Badowi, 2 buah hp merk LG warna hitam, kendaraan angkot, sepasang sandal jepit milik korban, pisau, tali plastik dan kerudung hitam.

Keempat terduga pelaku memiliki peran sendiri sendiri sebagai eksekutor sedangkan dua terduga wanita turut serta menutup pintu angkat saat korban dieksekusi dengan cara leher dijerat tali plastik dan ditusuk pisau pada bagian perut sebanyak tiga kali.”Motif pembunuhan itu, para pelaku ingin menguasai angkot korban,” jelasnya.

Keempat terduga pembantai sopir angkot tersebut kini telah meringkuk diruang tahanan Mapolres Subang. Keempat pelaku dikenai pasal berlapis yakni Pasal 365 ayat (3) dan atau Pasal 338 jo 55 jo 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan seumur hidup.