Pelaku Kasus Pembunuhan Juragan Mie Ayam

Pelaku Kasus Pembunuhan Juragan Mie Ayam : Setelah menghabisi wanita selingkuhannya dan memukuli pria lain dalam kehidupan istrinya pria bernama Joni Setiawan mencoba untuk kabur. Pria 36 tahun ini melarikan diri untuk menghindari tangkapan polisi.

Pelaku Kasus Pembunuhan Juragan Mie Ayam

Dalam pemeriksaan di Polrestro Tangerang, Joni memberikan keterangan dari rumah mertuanya, ia datang ke rumah sepupu di Kotabumi, Tangerang, untuk meminjam uang. Berbekal dengan uang Rp100 ribu, ATM BCA dan passwordnya serta HP, pada Minggu (17/9/2017) dini hari dirinya lalu ke toko swalayan di depan Polres Tangerang. Di tempat itu, ia memarkir motor milik wanita bos mie ayam selingkuhannya.

Sekira pukul 04:30 ia ke Stasiun Pasar Anyar Tangerang Kota dengan berjalan kaki. Dirinya kemudian naik kereta menuju Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, dan melanjutkan perjalannya ke Jalan Gajah Mada. Sekira pukul 14:30, dia tiba di rumah kerabatnya di Korelet, Curug. Di tempat itu, ia menceritakan apa yang telah dilakukannya pada kerabatnya dan meminta pinjaman uang untuk melarikan diri.

Permintaan ditolak oleh kerabatnya. Ia kemudian malah disarankan ke rumah Pak Haji. Keduanya tiba di rumah Pak Haji sekira pukul 21:00. Di tempat itu, Joni mengungkapkan semua yang dialaminya. Ia mengatakan ingin bertobat dan ingin masuk agama Islam.

“Tersangka mengaku kepada saudaranya bahwa dia cekcok hingga menusuk, dan mengaku khilaf dan menyesal, sehingga kemudian oleh saudaranya itu diarahkan untuk pergi mengaku bersalah ke pesantren,” jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya yakni Kombes Nico Afinta, saat konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya pada Selasa (19/9/2017).

Tibalah mereka di Pesantren Leuweung Gede, di daerah Tenjo. Kemudian pelaku menceritakan apa yang telah dilakukannya dan ingin bertobat serta ingin masuk Islam.

“Di pesantren itu tersangka mengatakan dengan jujur berbuat dan insap menyesali,” jelas Nico.

Usai bersahadat, pelaku diminta istirahat. Namun pada Senin (18/9/2017) sekira pukul 22:30, petugas Tim Gabungan Subdit Jatanras PMJ dan Sat Reskrim Polrestro Tangerang Kota datang. Joni pun diringkus ke Polrestro Tangerang Kota. Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain sebilah pisau dapur, satu unit sepeda motor milik korban, satu unit hp, satu potong jaket, dan dua kartu ATM. Atas kasus pembunuhan bos sekaligus selingkuhannya Joni akan dijerat Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya minimal 15 tahun.