Nintendo Mempatenkan Teknologi Robotika

Nintendo Mempatenkan Teknologi Robotika : Baru-baru ini Nintendo mengajukan permohonan paten internasional untuk teknologi robotika yang unik.

Nintendo Mempatenkan Teknologi Robotika

Dilansir oleh Gamerant, Selasa (19/12/2017), permohonan paten yang Nintendo sebutkan adalah untuk “Passive Walking Device and Passive Walking Module,” dan dipublikasikan ke publik oleh World Intellectual Property Organization (WIPO).

Dari gambar yang dipatenkan, teknologi robotika ini menyerupai sepasang kaki robot yang memiliki kemampuan untuk berjalan tanpa power supply–hanya bergantung pada kekuatan beratnya sendiri.

Robot tersebut dirancang khusus untuk mempertahankan momentum secara konstan ketika berjalan, meski tidak memiliki motor internal ataupun komputer.

Aplikasi yang Nintendo ajukan tersebut berisikan 20 ilustrasi yang merinci, mulai dari variasi desain kaki, dan model dengan dua atau empat kaki.

Meski sudah memberikan informasi detil tentang paten tersebut, masih belum jelas alasan kenapa perusahaan berbasis di Kyoto, Jepang ini memutuskan untuk mematenkan teknologi robotika mekanik.

Sejak kemunculan paten tersebut, banyak gamer di dunia menebak-nebak fungsi atau hubungan teknologi robotika ini dengan berbagai konsol gim yang sudah Nintendo jual di pasaran saat ini.

Sekadar informasi, ini bukan pertama kalinya Nintendo bereksperimen dengan teknologi robotika. Di pertangahan 1980-an, Ninteno sempat merilis R.O.B (Robotic Operating Buddy).

Adapun R.O.B merupakan sebuah aksesoris untuk konsol milik Nintendo, yakni NES. Sayang, aksesoris tersebut yang hanya mendukung dua gim itu tak berumur panjang.

Ini bukan pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir Nintendo menarik perhatian. Empat bulan lalu, perusahaan kalah gugatan paten menyangkut teknologi accelerometer motion-sensing di pengendali Wii Remote mereka.

Kabarnya, teknologi itu menjiplak buatan iLife, perusahaan robotika konsumer. Nintendo telah diperintahkan untuk membayar denda ke iLife sebesar U$10 juta atau setara dengan Rp 135 miliar.