Cara Untuk Mengenali Kosmetik Yang Tidak Aman

Cara Untuk Mengenali Kosmetik Yang Tidak Aman : Kebanyakan para wanita di Indonesia mendambakan untuk memiliki wajah yang putih dan berseri layaknya wanita-wanita dari Korea atau Eropa. Tidak jarang hal ini membuat banyak produsen melihat kenyataan tersebut dan memanfaatkannya untuk berbuat curang dengan memalsukan produk tersebut agar bisa mendapat pemasukan yang tinggi.

Cara Untuk Mengenali Kosmetik Yang Tidak Aman

Perlunya kewaspadaana bagi para konsumen untuk bisa mengetahui produk kecantikan yang akan dibeli apakah merupakan produk yang aman atau produk yang tidak aman. Dr. Sari Chairunissa, SpKK berbagi tips kepada VIVA.co.id agar dapat mengetahui ciri-ciri apa sajakah yang menyatakan bahwa sebuah produk kecantikan itu bisa dinilai aman bagi kulit wajah.

Sari menyebutkan bahwa patokan sebuah produk kecantikan aman atau tidak yang pertama adalah telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),lalu  kemudia perusahaan pembuatnya harus jelas.

“Sebetulnya kalau ragu ya bisa cek sih nomor di website BPOM. Kalau di situ tertera nomor, tapi enggak ada (di situs resmi BPOM, berati dia kasih nomor yang asal. Kita bisa balikin ke BPOM untuk cek produk itu aman atau tidak,” ucap dirinya saat ditemui di Kawasan Senayan Jakarta pada Senin, 11 September 2017.

Selain dari teregistrasinya produk kecantikan tersebut Anda juga harus peka terhadap bau, tekstur hingga warna dari produk yang memang akan kita gunakan sehari-hari.

“Kalau kita pakai produk, pastikan baunya tidak menyengat atau aneh atau tidak berubah. Kemudian teksturnya, jadi kalau biasanya beli, teksturnya berbeda dengan yang dibeli sebelumnya, misalnya lembek atau lebih padat. Terus warnanya dulu kalau kita belinya warnanya putih, tahunya (sekarang) kekuningan atau ada bintik-bintiknya, itu bisa jadi panduan untuk melihat produk kita bisa dipakai atau gak,” ucapnnya menambahkan.

Selain itu, Sari juga mengingatkan untuk pentingnya seseorang agar teliti dalam melihat data kedaluwarsa produk tersebut. Jangan sampai produk yang telah lewat tanggal kedaluwarsa digunakan karena dapat menyebabkan masalah bagi kulit.

“Nah, kalau expired date-nya hilang, kita bisa tahunya dari after opening period, di mana batasan penggunaan setelah produk itu dibuka. Kalau untuk krim yang dicolek itu periodenya antara 6-18 bulan setelah dibuka,” jelasnya.