Pelatih PSS Sleman Lega Klubnya Meraih Satu Angka Melawan PSM Makassar

PSS Sleman memetik hasil seri 2-2 melawan PSM Makassar pada duel jornada ke-12 Kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Dalam duel yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Kamis (18/11/2021), Super Elang Jawa pernah tertinggal dua kali.

Juku Eja unggul lebih dulu via brace dari Abdul Rahman pada menit ke-15. Saat duel berjalan 32 menit, Super Elang Jawa membalas via gol jarak dekat yang disumbangkan striker asal Serbia, Nemanja Kojic.

PSM Makassar unggul lagi saat babak kedua berjalan empat menit. Lima menit kemudian, Juninho menyamakan skor via tendangan bebas terukur.

Hingga duel berkesudahan, skor 2-2 tetap bertahan. Hasil ini membikin PSS Sleman tidak berhasil meneruskan tren kemenangan dalam dua partai terakhir.

Dengan tambahan satu angka, Super Elang Jawa harus turun ke urutan 11 klasemen sementara ajang kasta tertinggi Indonesia musim ini. Mereka mengoleksi 15 angka dari 12 duel.

Juru racik PSS Sleman, Dejan Antonic, bahagia dengan hasil itu. Apalagi menurut sang pelatih, Irkham Mila dan rekan-rekan sudah tampil sesuai dengan harapannya, atau sejalan dengan skema yang dikembangkan dalam sesi latihan.

“Saya senang lihat para pemain bisa mencetak gol hasil dari proses latihan, dan saya senang anak-anak sudah mulai mengerti apa yang tim pelatih minta,” kata Dejan.

“Step by step bisa lebih bagus ke depannya,” lanjut sang pelatih dalam sesi konferensi pers virtual selepas duel PSM Makassar versus PSS Sleman.

Pada duel meladeni Juku Eja itu, Super Elang Jawa tidak mampu dibela dua bintangnya. Dua sosok ayng dimaksud adalah Mario Maslac dan Irfan Jaya. Pilar asal Serbia itu terkena akumulasi kartu kuning, sementara punggawa asal Bantaeng ini dipanggil ke Timnas Indonesia.

Meskipun begitu, pelatih berusia 52 tahun ini menerangkan absennya dua punggawa itu tidak berpengaruh pada keadaan klubnya secara umum. Beberapa pilar lain menurut sang arsitek amat mampu diandalkan.

“Saya sering bilang kepada para pemain tidak ada pemain yang inti atau tidak inti, penting atau tidak penting. Semua anak-anak dapat kesempatan, dan semua anak-anak main untuk PSS,” lanjut Dejan.

“Hari ini kita tidak ada Mario dan Irfan. Kamu bisa lihat PSS banyak pemain lokal yang main malam ini, kita cuma ada dua pemain asing yang main, tapi itu setara Sama PSM makassar, saya senang sekali,” tandasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *