Menjelang Melawan PSS Sleman di Seri 3 Kompetisi BRI Liga 1, Pelatih PSM Makassar: Kalau Bermain Maksimal, Timnya Mampu Menaklukkan klub Manapun

Juru racik PSM Makassar, Milomir Seslija, menerangkan tim besutannya termotivasi menumbangkan PSS Sleman pada duel jornada ke-12 Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan Solo, Kamis (18/11/2021).

Menurut arsitek berusia 57 tahun itu, dirinya sudah mengadakan pendekatan khusus untuk menaikkan kepercayaan diri pilarnya.

“Saya bilang mereka harus tetap sabar dan bermain dengan hati menghadapi laga nanti,” kata Milo, sapaan akrabnya, pada sesi jumpa media, Rabu (17/11/2021).

Nahkoda asal Bosnia ini menambahkan, secara teknis, dirinya yakin dengan kemampuan para punggawanya. “Kalau pemain tampil optimal, PSM bisa mengalahkan tim mana pun. Termasuk PSS yang sedang berada dalam tren baik setelah menang pada dua laga terakhirnya,” papar Milo.

Melawan Super Elang Jawa, pelatih PSM Makassar itu mengungkapkan semua amunisinya dalam keadaan terbaik. Termasuk dua penyerang, Anco Jansen dan Azka Fauzi yang sebelumnya terpaksa menepi lantaran melakoni perawatan untuk menyembuhkan cederanya.

Dilain pihak Milomir enggan ambil pusing dengan keadaan klub asal Sleman itu yang tidak mampu menurunkan Irfan Jaya dan Mario Maslac pada duel nanti.

Lantaran eks pelatih Arema FC itu yakin juru racik PSS Sleman, Dejan Antonic pasti sudah mempersiapkan taktik untuk mengantisipasi kalau ada punggawanya yang tidak mampu tampil.

“Saya percaya, bakal ada pemain yang siap jadi pengganti. Mereka tentu sudah menunggu kesempatan tampil dan tak ingin melewatkannya. Jadi, saya tegaskan PSM tak merasa diuntungkan bila ada pemain tim lawan yang absen,” terang Milo.

Mantan juru taktik Madura United itu memastikan tim besutannya bakal tetap tampil sesuai karakter yaitu cepat dan agresif untuk menaklukkan Super Elang Jawa.

“Saya senang kedua tim akan bermain terbuka pada laga nanti. Itu yang kami tunggu. Itulah mengapa saya berharap para pemain tak lagi mengulang kesalahan seperti ketika menghadapi Bhayangkara,” ungkap Milo.

Menurut eks arsitek Persiba Balikpapan itu, di ajang kasta tertinggi Indonesia itu, bermain dominan tidak otomatis membawa sebuah klub memenangi laga. Ia merujuk pengalaman Juku Eja ketika dikalahkan Bhayangkara FC pada partai jornada ke-11. “Kami kalah justru disaat lebih banyak mendapatkan peluang dari mereka,” tutur Milo.

Pada peluang sama, winger PSM Makassar, Fajar Handika yang menemani sang mentor, menambahkan para punggawa sudah siap mengadakan taktik yang disiapkan juru taktik.

Menurut pemain berusia 31 tahun ini, ia bareng teman-temannya sudah tidak sabar kembali bermain di Kompetisi BRI Liga 1 usai melakoni persiapan pasca jeda ajang.

“Semoga PSM bisa meraih tiga poin pada laga besok,” pungkas Fajar Handika yang belakangan mendapat tempat sebagai starter setelah Milo mengubah pola permainan PSM dari 4-3-3 menjadi 3-5-2.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *