Persiraja Banda Aceh Meliburkan Kegiatan dan Tetap Berada di Yogyakarta

Ajang BRI Liga 1 2021/2022 istirahat sebentar selama dua pekan ke depan, usai menuntaskan seri kedua. Semua tim kontestan bakal kembali meneruskan duel di seri ketiga yang dimulai kembali pada 18 November 2021.

Adapun untuk seri ketiga ajang kasta teratas Indonesia itu kembali dipusatkan di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta seperti waktu seri kedua kemarin. Sebagian tim memilih balik ke wilayah masing-masing untuk membentuk kekuatan.

Satu di antara peserta, Persiraja Banda Aceh memilih tetap berada di Yogyakarta. Manajemen Laskar Rencong memberikan jatah libur selama dua hari kepada para pilar, usai lima kali mereka melakoni seri kedua Kompetisi BRI Liga 1 yang menguras energi.

“Kami liburkan pemain dari aktifitas latihan selama dua hari. Kami bebaskan mereka memilih kegiatan pribadi,” kata Rahmat Djailani, Sekretaris Umum Persiraja.

Klub asal Aceh ini terakhir kali berlaga untuk partai ke-11 atau menutup seri kedua ajang kasta tertinggi Indonesia adalah tampil seri 1-1 menghadapi Persik Kediri di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (06/11/2021).

Selama jeda seri kedua menuju seri ketiga Laskar Rencong memperoleh jatah libur selama 11 hari. Manajemen memberlakukan kebijakan tidak memulangkan punggawa asal Aceh.

Praktis selama dua bulan lebih semua elemen klub sudah meninggalkan keluarganya. Di antara para peserta BRI Liga 1, Laskar Rencong mampu disebut paling banyak halangan.

Terutama menyangkut jarak tempuh yang cukup jauh dan dana perjalanan amat besar. Ini pula alasan manajemen tidak memulangkan pilar asal Aceh.

Persiraja Banda Aceh mencatat hasil buruk di seri kedua. Defri Rizki dan kawan-kawan cuma memetik dua poin hasil seri dengan sesama klub promosi yaitu Persita Tangerang dan Persik Kediri dengan skor identik 1-1.

Tiga pertandingan lainnya, Laskar Rencong dikalahkan Arema FC 2-0, Madura United 2-1, dan Persebaya 2-0. Posisi Persiraja masih terbenam di dasar klasemen sementara Kompetisi BRI Liga 1 dengan mengemas lima angka.

Di sisi lain, juru racik sementara Laskar Rencong, Akhyar Ilyas menginginkan manajemen segera menetapkan nahkoda anyar untuk mengarungi kerasnya ajang kasta teratas Indonesia musim 2021/2022.

“Saya telah menjalani dua pertandingan sebagai karetaker. Saya sarankan manajemen secepatnya menunjuk pelatih definitif agar tim ini segera bisa ditangani lebih baik lagi,” kata Akhyar Ilyas saat jumpa media usai laga melawan Persik yang berakhir 1-1, Sabtu (06/11/2021) malam.

Akhyar Ilyas ditunjuk pengurus menggantikan Hendri Susilo yang sudah mengundurkan diri usai kekalahan dari Madura United, 27 Oktober lalu.

Di tangan sosok eks bomber Lantak Laju era 1990-an ini, Laskar Rencong mengalami kekalahan atas Persebaya Surabaya 0-2 dan seri dengan Macan Putih 1-1. Pernyataan ini bukan berarti sang pelatih sementara tidak sanggup menjalankan amanah sebagai arsitek sementara.

“Saya sadar diri, karena lisensi saya tak sesuai regulasi. Persiraja harus ditangani pelatih sesuai aturan. Ini kebutuhan yang tak bisa dihindari. Saya pikir pelatih baru lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *