Persebaya Surabaya Penuhi Sasarannya, Tidak Pernah Kalah di Seri Kedua Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022

Persebaya Surabaya melampaui lima duel seri kedua Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dengan status tidak pernah kalah. Bajol Ijo mengemas 11 angka hasil tiga kali menang dan dua seri.

Klub asal Kota Pahlawan ini mengakhiri seri kedua dengan tampil seri melawan Arema FC di jornada ke-11. Laga panas bertajuk Derbi Jatim itu memaksa kedua klub berbagi poin dengan skor 2-2 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (06/11/2021) malam.

Pada papan klasemen sementara ajang kasta tertinggi Indonesia itu saat ini, tim besutan Aji Santoso ini berada di peringkat keenam dengan total 17 angka dari 11 laga.

Bajol Ijo pula masih menjadi tim paling produktif dengan memasukkan 19 gol, sama dengan Persib Bandung di peringkat runner-up.

Nahkoda Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mensyukuri hasil ini. Karena pencapaian tim besutannya memperlihatkan peningkatan. Dia pula sudah mencapai sasaran yang sudah dikonsepkan sebelum seri kedua lalu dimulai.

“Saya bersyukur. Saya sebelumnya menyampaikan target kami di seri kedua ini mendapatkan 11 poin dan persis. Seharusnya lebih karena ada satu pertandingan yang seharusnya dapat tiga poin, tapi cuma satu,” kata Aji.

Partai yang dimaksud oleh arsitek asal Malang ini adalah hasil seri 1-1 meladeni Persela Lamonan di jornada kedelapan (21/10/2021). Kebetulan, Bajol Ijo pula menghadapi klub asal Jawa Timur. Bedanya, duel ini menjadi pembicaraan lantaran dihiasi keputusan kontroversi wasit ketika sudah unggul 1-0.

Peristiwa kontroversial itu tercipta pada menit ke-35. Mulanya, bomber Bajol Ijo Jose Wilkson menjalankan eksekusi tendangan bebas. Bola pernah ditangkap Dwi Kuswanto, tetapi terlepas dan tayangan ulang memperlihatkan bola sudah melewati garis gawang.

Wasit Musthofa Umarella tidak mengesahkan gol itu dan tetap mengatakan pertandingan berlanjut di tengah protes para punggawa. Dalam kondisi ini, Laskar Joko Tingkir dengan cepat mengadakan serangan balik ke pertahanan Bajol Ijo.

Sial buat Bajol Ijo, operan terobosan pilar tim asal Kota Soto itu kepada Ivan Carlos yang tampak offside tidak membikin laga mandek masih di menit yang sama. Sialnya, sang penyerang kemudian melepas sepakan mendatar kaki kiri yang tidak berhasil dibendung penjaga gawang Andhika Ramadhani.

Komite Disiplin PSSI sendiri sudah menghukum Musthofa Umarella dengan sanksi tidak boleh memimpin laga. Tetapi, tidak ada kejelasan hingga kapan sang wasit melakoni hukuman.

Kalau tidak ada peristiwa itu, Bajol Ijo seharusnya memetik 13 angka dalam lima duel seri kedua. Tapi, juru taktik berusia 51 tahun ini memilih untuk tidak berlarut pada peristiwa yang sudah merugikan klubnya tersebut.

“Yang pasti 11 poin ini sudah sesuai target saya. Mudah-mudahan, di seri ketiga ini nanti lebih bagus. Yang jelas, seri kedua juga lebih bagus dibanding seri pertama. Artinya kami ada perkembangan,” imbuh pelatih asli Malang itu.

Peningkatan permainan Bajol Ijo memang tampak di seri kedua. Pada seri perdana, Persebaya cuma mengoleksi enam angka dari enam partai. Mereka cuma mengemas dua kemenangan, empat pertandingan lainnya berkesudahan kekalahan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *