Robert Alberts Tercengang Dengan Permainan Atraktif PSIS Semarang

Persib Bandung sanggup mempertahankan tren positif dengan petikan tiga angka usai menang atas PSIS Semarang (1-0) dipekan ke sembilan seri kedua Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Selasa (26/10/2021) malam di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Brace tunggal Pangeran Biru itu dilesakkan oleh Febri Hariyadi pada menit ke 59′ dengan sepakan keras kaki kirinya ke arah kanan gawang yang dijaga Joko Ribowo.

Bahkan pilar bernomor punggung 13 di Persib Bandung ini hampir kembli menggetarkan gawang Mahesa Jenar usai memperoleh operan jauh dari Frets Butuan pada menit-menit akhir babak dua.

Beruntung tandukan punggawa berusia 25 tahun itu sanggup dihalau salah satu punggawa Semarang sampai pluit panjang ditiupkan skor tetap 1-0 untuk Maung Bandung. Dengan kemenangan itu, tim besutan Robert Alberts ini untuk sementara naik ke posisi pertama di klasemen sementara ajang kasta tertinggi Indonesia musim 2021/2022.

Walaupun begitu, juru taktik Robert Alberts mengaku bahwa partai Mahesa Jenar menghadapi Maung Bandung berjalan amat ketat di mana klub asal Kota Lumpia itu tampil amat atraktif.

Apa katanya?

“Mereka bermain positive football, kemudian mereka mempunyai chemistry yang bagus antarpemain dan sejauh ini kami melihat mereka bermain dengan kolektivitas,” ujar Robert usai pertandingan.

Bahkan pada 15 menit perdana lanjut arsitek asal Belanda ini, Mahesa Jenar tampil apik dan seharusnya ujar sang pelatih, dua brace mampu diciptakan punggawa Semarang.

“Setelah itu kami mulai bisa mengembangkan permainan, kemudian kami mencoba tetap mempertahankan di babak kedua dan kami bisa cetak gol lalu coba untuk mempertahankan keunggulan sampai selesai pertandingan,” kata Robert.

Tentang gol Febri Hariyadi, eks nahkoda PSM Makassar itu menyanjung sepakan sang pilar yang berujung gol, dimana dilihat dari posisi, punggawa asal Bandung itu menaruh bola dijala penjaga gawang Mahesa Jenar.

“Gol yang sangat bagus dan saya cukup senang mellihat perkembangan Febri ketika di babak kedua, selamat buat Febri,” ungkap Robert.

Yang pasti menurut juru racik berusia 66 tahun ini saat ini secara bertahap kualitas permainan di ajang ini mampu diperlihatkan dan memang butuh proses usai satu setengah tahun liga tidak berjalan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *