Menciptakan Gol Indah Arema FC, Striker Singo Edan Banjir Sanjungan dari Aremania Sampai Angelo Alessio

Bomber Arema FC, Carlos Fortes tengah dibuai sanjungan. Sang bomber baru melesakkan gol indah yang menjadi penentu kemenangan Singo Edan atas Persija Jakarta, jornada 7 Kompetisi BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). Banyak pihak kaget melihat sepakan jarak jauh yang dilepaskan pemain bernomor punggung 9 di Arema FC tersebut.

Dia menyambar bola liar hasil sleding temannya, Renshi Yamaguchi di sudut yang sesungguhnya kurang ideal. Tanpa kontrol, pilar asal Portugal ini melepaskan sepakan melengkung ke sudut tiang jauh gawang Macan Kemayoran yang dijaga, Andirtany Ardhiyasa. “Gol yang luar biasa. Bisa seperti itu tendanga Fortes,” puji Aremania Korwil Kanjuruhan, Awang Karta.

Bukan cuma Aremania yang memberi sanjungan. Nahkoda Macan Kemayoran, Angelo Alessio dan Kapten Persija Jakarta, Andirtany Ardhiyasa pula kagum melihat brace tersebut.

“Gol tadi luar biasa. Terjadi seperti keajaiban. Itu yang membedakan pertandingan ini,” kata Angelo Alessio.

Sementara kiper berusia 29 tahun itu yang menjaga gawang Macan Kemayoran mengaku susah mengantisipasi bola itu. Lantaran sepakannya melengkung ke sudut yang tidak mampu dijangkaunya. Sang penjaga gawang bahkan pernah memberikan sanjungan langsung kepada eks penyerang Vilfranquense itu saat jeda laga.

“Selesai babak pertama, saya datangi Fortes. Saya bilang itu shooting yang luar biasa. Bagi saya, bola yang sangat sulit diantisipasi karena diujung,” jelasnya. Penjaga gawang manapun sepertinya bakal kesusahan menyelamatkan gawangnya saat dapat tendangan seperti itu.

Tambahan satu ke gawang klub Ibukota, membikin bomber berusia 26 tahun ini sekarang mampu bersaing di daftar pencetak gol terbanyak ajang kasta tertinggi Indonesia itu. Lantaran dia sudah mengumpulkan empat brace bareng Arema FC.

Mampu dibilang Carlos Fortes tengah onfire. Dia selalu melesakkan gol dalam tiga duel terakhir. Di antaranya ketika meladeni Persipura Jayapura, Persela Lamongan, dan Macan Kemayoran. Ini seakan jadi bukti Singo Edan tidak salah menggaetnya.

Ujung tombak berpostur tinggi 188cm ini pula menjadi jalan keluar saat dua penyerang lokal Singo Edan, Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan masih kesusahan menciptakan brace. Padahal dua striker berlabel Timnas Indonesia itu diinginkan jadi predator kotak penalti musuh.

Mantan pemain Gaz Metan Mediaș itu atribut menarik sebagai aktor anyar di Singo Edan. Ia bukan tipikal bomber yang cuma menanti operan mantap dari temannya, tetapi pula berani duel dengan pilar bertahan musuh.

Dia jauh dari kesan pilar manja. Bahkan beberapa peluang dia ada di sayap maupun di tengah. Artinya, dia mau menjemput bola dan mampu membikin amunisi yang menjaganya terpecah konsentrasinya.

Cara tampil yang cukup liar ini membikin seolah-olah dia selalu berada di seluruh posisi. Tinggal bagaimana dia berhubungan dengan tandemnya. Kalau striker kelahiran 9 November 1994 ini memilih menjemput bola, tandemnya wajib mengisi posisi sebagai targetman.

Karakter ini pula disenangi Aremania. Mereka senang dengan bomber yang mau kerja keras.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *