Marselino Ferdinan Masuk Dalam Daftar 60 Wonderkid Terbaik Dunia, Sejajar Dengan Punggawa Juventus

Persebaya Surabaya kembali menoreh catatan cemerlang dalam urusan pilar muda. Gelandang muda Marselino Ferdinan masuk dalam daftar 60 wonderkid terbaik dunia yang diumumkan oleh media Inggris, The Guardians, Kamis (06/10/2021).

Juru racik Bajol Ijo, Aji Santoso, turut bahagia mendengar berita itu. Artinya, daftar itu membuktikan bahwa kualitas punggawa pilihan jebolan ajang internal Persebaya Surabaya pula diakui di level internasional.

“Itu harus jadi motivasi buat Marsel. Dia masuk 60 pemain muda berbakat dunia. Tapi itu bukan akhir, dia harus latihan lebih keras, lebih serius,” kata pelatih asli Malang itu.

Pemain berusia 17 tahun ini disamakan dengn wonderkid Lazio, Luka Romero. Lalu ada juga pilar muda Borussia Dortmund, Youssoufa Moukoko. Tidak ketinggalan masuk juga nama Elias Solberg yang merupakan pemain muda milik Juventus.

Pilar kelahiran Jakarta itu tercatat sudah mencatatkan lima performa di Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 bareng Bajol Ijo dan seluruhnya sebagai pengganti. Dia melakoni debutnya di umur 17 tahun ketika klub asal Kota Pahlawan ini menang 3-1 atas Persikabo 1973 (11/09/2021).

The Guardian merupakan media yang selalu mengumumkan daftar wonderkid-wonderkid terbaik di dunia tiap tahunnya. Nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Jadon Sancho, Takefusa Kubo, sampai Pedri sempat masuk dalam daftar ini.

Dalam rilisan teranyar ini, ada beberapa deskripsi tentang sosok gelandang bernomor punggung 7 di Persebaya Surabaya ini yang mungkin masih asing di sepak bola internasional. Sang pilar ditulis sebagai pemain yang punya skill mumpuni dan mempunyai potensi menjadi bintang besar di masa depan.

“Setelah melakukan debut untuk Persebaya hanya dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-17, dan menjadi yang termuda yang pernah tampil untuk klub, pelatihnya Aji Santoso mengatakan bahwa masa depan remaja itu sangat cerah selama dia terus bekerja keras,” tulis The Guardian.

“Pemain nomor 10, yang juga bisa bermain melebar, memiliki semua yang diperlukan—keseimbangan, kontrol ketat, teknik—dan kepercayaan diri untuk menjadi bintang besar di negara pecinta sepak bola ini.”

“Mungkin kesalahan mencoba melakukan terlalu banyak pada waktu-waktu tertentu, Marselino juga, seperti yang dikatakan pelatihnya, terkadang perlu memperlambat dalam hal pengambilan keputusan. Momentum itu pasti akan datang seperti yang akan lebih banyak lagi.”

Amunisi Indonesia yang terakhir masuk daftar itu adalah Egy Maulana Vikri. Itu menjadi empat tahun yang lalu atau lebih tepatnya pada 2017. Saat itu sang pemain masih menjadi salah satu pilar Indonesia yang meniti karier profesionalnya di Eropa.

Pelatih asal Malang ini pula mengingatkan winger berpostur tinggi 176cm ini supaya tidak cepat leg. Justru, dengan talenta yang sudah diakui secara global wajib membikinnya bekerja lebih keras untuk mencapai impiannya.

“Percuma kalau sudah masuk daftar wonderkid tapi tidak membuktikan diri. Tidak ada artinya nanti. Perjalan dia masih sangat panjang,” imbuhnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *