Pelatih Madura United Tidak Sangat Kecewa Tidak Berhasil Melanjutkan Tren Kemenangan Klubnya

Nahkoda Madura United, Rahmad Darmawan, tidak sangat sedih melihat skuatnya tidak berhasil memetik kemenangan ketika meladeni PSIS Semarang. Dalam duel jornada kelima kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021), kedua klub cuma tampil seri tanpa gol.

Laskar Sape Kerrab sesungguhnya sukses mendominasi permainan terutama pada babak pertama. Tapi, sepakan keras Jaja dari luar kotak penalti masih sanggup ditepis Jandia Eka Putra.

Pada babak kedua, penjaga gawang berusia 34 tahun ini kembali mengadakan penyelamatan krusial. Sepakan jarak dekat Dodi Alekvan Djin sukses dimandekannya untuk membikin gawagnya steril.

Mahesa Jenar sendiri pula punya sejumlah kesempatan, satu di antaranya dari sundulan Wallace Costa yang menghajar mistar gawang. Tetapi, sampai partai usai tidak ada yang sukses menciptakan brace kemenangan.

“Saya pikir dibilang rugi atau kecewa ya pasti. Padahal ada peluang untuk meraih tiga poin. Tapi, mereka bermain bagus, anak-anak sudah bermain maksimal dengan energinya. Jadi saya enggak kecewa,” ujar pria yang akrab disapa RD ini.

“Secara taktikal yang disiapkan berhasil dijalankan dengan baik. Menurut saya normal bila dalam sebuah laga tidak diberi keberuntungan. Itu biasa,” imbuh pelatih Madura United itu.

Arsitek berusia 54 tahun itu mengaku kalau tim besutannya pernah kehilangan kendali pada awal babak pertama. Tapi, faktor itu berlangsung sangat lama.

“Kami mengawali pertandingan hari ini dengan organisasi permainan yang sangat baik. Pada babak pertama praktis hanya lima menit awal kami kehilangan ritme,” jelasnya.

“Setelah itu kami langsung mendominasi possession dan tercipta beberapa peluang yang sayangnya gagal dikonversi menjadi gol,” RD menambahkan.

Sementara pada babak kedua, pelatih asal Lampung ini mengakui kalau skuatnya sedikit kelimpungan. Tetapi, skema serangan balik sepat jajal dimanfaatkan Madura United.

“PSIS keluar lebih menyerang pada babak kedua. Beberapa situasi mulai membahayakan gawang kami. Tapi, kami membalas lewat counter. Cuma kedua kesebelasan bermain disiplin. Kita hanya punya ruang sedikit untuk membuat gol,” paparnya.

Mantan juru taktik Mitra Kukar itu mengakui kalau Laskar Sape Kerrab punya masalah dalam melesakkan brace. Dalam lima duel yang dilakoni, Madura United cuma bisa menciptakan tiga brace.

Kurangnya gol yang tercipta membikin klub asal Pulau Garam ini ikut kesusahan memetik kemenangan. Rafael Silva yang diinginkan jadi goal getter andal, baru mencetak satu brace.

“Saya akan terus membuat formulasi yang tepat di lini depan, terutama dua flank kami seperti apa. Jujur ini sebuah catatan dari kinerja lini depan kami dalam menghadapi lanjutan kompetisi, termasuk lawan Persipura Jayapura,” tegasnya sembari menatap laga pekan keenam BRI Liga 1 2021/2022 kontra Mutiara Hitam.

Eks juru racik Sriwijaya FC itu berkeinginan tiap kesempatan yang diperoleh sukses dikonversi menjadi brace oleh anak didiknya. Karena, faktor itu bisa jadi pembeda skuatnya untuk memetik kemenangan atau tidak.

“Tentu saya berharap bisa lebih baik lagi. Bagaimana untuk menyelesaikan peluang-peluang itu atau dari sedikit ruang untuk menjadi gol,” tandasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *