Cara Hendri Susilo Mengatasi Tekanan Ketika Menghadapi Persela Lamongan pada Pekan Kelima Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022

Beberapa juru taktik peserta kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 yang saat ini timnya tidak memetik hasil mengesankan tengah mengalami tekanan hebat. Tidak terkecuali Hendri Susilo, pelatih Persiraja Banda Aceh.

Posisi klub asal Aceh itu, yang terus tergelincir turun dan sekarang bertengger di zona merah ajang kasta teratas Indonesia musim 2021/2022 membikin pendukung dan publik Banda Aceh mulai gerah.

“Kalau ditanya tertekan, saya paling tertekan. Karena pelatih yang disorot lebih dulu kinerjanya. Tapi saya anggap itu wajar. Karena posisi kami sedang tidak bagus di klasemen,” kata Hendri Susilo.

Empat kali bertanding, Defri Rizki dan rekan-rekan memetik tiga angka dari hasil kemenangan atas PSS Sleman 3-2. Tiga duel lainnya, Laskar Rencong kalah. Padahal secara prestasi individu, Paulo Henrique mewakili klub sebagai pencetak gol terbanyak sementara sampai jornada keempat dengan mengoleksi lima gol.

“Kinerja sebuah tim dilihat dari hasil akhir dan posisi di klasemen BRI Liga 1. Saya bersyukur punya Paulo yang sangat produktif. Tapi prestasi pribadi dia tak berarti bila tim terpuruk,” ujarnya.

“Jawabannya hanya satu. Kami harus dapat poin lawan Persela. Jika besok, kami seri apalagi menang, otomatis tekanan itu akan hilang. Itu yang saya tekankan kepada para pemain,” tuturnya.

Tetapi tidak gampang Laskar Rencong mewujudkan misi itu. Lantaran Persiraja tidak dibela pilar berusia 30 tahun ini yang terjerat akumulasi kartu kuning. Sementara kinerja sektor bertahan tengah disorot akibat sangat gampang kebobolan.

“Ya. Itu tugas berat bagi semua elemen tim. Kami harus bersatu untuk menghilangkan tekanan itu. Apapun kendalanya, kami harus tetap optimis menghadapi Persela,” ucap Hendri Susilo kepada Bola.com, Senin (27/09/2021).

KEadaan tidak menguntungkan tengah dialami Laskar Rencong. Tim besutan Hendri Susilo ini tidak bakal dibela striker asal Brasil itu ketika melawan Persela Lamongan pada jornada kelima kompetisi BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (28/09/2021).

“Striker kami terbatas. Sebenarnya selain Paulo masih ada Khusnudzon. Tapi dia lama tak main dan berlatih. Sehingga fisiknya jauh dari ideal,” ungkap Hendri Susilo ketika dihubungi bola.com, Senin (27/09/2021).

Pelatih asal Sumatera Barat itu betul-betul dihinggapi dilema pelik. Satu sisi pertahanan Persiraja pula rapuh. “Kami mungkin tanpa striker murni. Saya sedang pilih pemain yang punya naluri menyerang untuk mengisi posisi Paulo,” ujarnya.

Laskar Rencong punya Muhamad Isa dan Defri Rizki. Tetapi, ujar nahkoda berusia 55 tahun ini, dua pilar itu diperlukan untuk lini winger dan sayap.

“Saya belum putuskan siapa jadi striker. Tunggu saja besok. Yang jelas, saya siapkan kejutan untuk Persela,” ucapnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *