Setelah Dikalahkan Persikabo 1973, Pelatih Barito Putera Perlu Cassio de Jesus Untuk Solusi Sektor Bertahan Klubnya

Performa Barito Putera masih seperti yoyo yang naik turun. Sampai jornada keempat, kinerja klub asal Banjarmasin itu membikin sang nahkoda Djadjang Nurdjaman pusing tujuh keliling.

Apalagi usai Rizky Pora dan rekan-rekan ditaklukkan Persikabo 1973 dengan tiga brace tanpa balas pada sambungan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 hari Kamis (23/09/2021). Nahkoda asal Majalengka itu, semakin salah tingkah.

Juru racik berusia 62 tahun ini pun menyebutkan nama Cassio de Jesus. Dia perlu sang pilar untuk menambah kuat sektor bertahan yang amat lemah. Saat ini punggawa berusia 30 tahun itu masih dalam penyembuhan cedera.

“Cassio de Jesus masih pemain kita. Kami membutuhkan Cassio untuk memperkuat pertahanan. Gol-gol yang masuk ke gawang Barito terlalu mudah,” kata Djanur.

Menurut mantan arsitek Persebaya Surabaya itu, tanpa punggawa asal Brasil itu ketika bertemu Laskar Padjajaran, duet lini belakang tengah Dandi Maulana-Azamat Baimatov masih masih sangat mudah ditembus penyerang musuh.

“Mungkin beda ya kalau Cassio main. Saya lebih tenang,” ucap Djanur pada sesi jumpa media usai laga kontra Persikabo lalu.

Eks juru taktik Persib Bandung itu pula masih wajib membenahi sektor tengah dan serang yang belum greget. “Sebenarnya kami bisa menguasai babak pertama. Tapi peluang yang ada tak berhasil jadi gol. Saya kira ini soal konsistensi,” ujarnya.

Sekarang tantangan sudah di depan mata. tim besutan Djadjang Nurdjaman ini bakal meladeni PSM Makassar pada pekan kelima Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 mendatang. Sebuah tugas yang maha berat, lantaran klub asal Makassar itu tengah on fire dengan memimpin klasemen sementara.

“Apapun masih bisa terjadi. Kami akan perbaiki semua lini. Terutama mental pemain muda yang harus terus dibimbing dan dimotivasi,” tuturnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *