Pelatih PSS Sleman Berkata Mengenai Klubnya, Dukungan Pendukung dan Sasaran di Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022

Dejan Antonic berlabuh di PSS Sleman menyongsong musim 2020. Sebelumnya, ia sempat menukangi sejumlah tim Indonesia. Di antaranya Arema Indonesia, Pro Duta, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, Borneo FC dan Madura United.

Nahkoda berusia 52 tahun ini mengaku menerima tawaran manajemen Super Elang Jawa lantaran punya misi dan visi yang sama. Khususnya hasrat dan komitmen kuat memetik prestasi tanpa melalaikan pembinaan pilar umur muda.

Dalam channel Youtube PSS TV, pelatih kelahiran Serbia itu tanpa sungkan menyanjung manajemen dan pula pendukung yang dikenal militan mendukung klub kebanggaannya.

Ia mengaku banyak berdiskusi dengan Marco Gracia Paulo, Dirut PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), perusahaan yang menaungi klub asal Sleman itu terkait program jangka panjang tim.

“Saya juga tahu PSS memiliki suporter yang bukan hanya fanatik tapi juga kerap menampilkan koreografi luar biasa saat mendukung tim kesayangannya di stadion,” ungkap Dejan Antonic.

Eks juru racik Madura United itu tidak menafikan wabah virus Corona membikin seluruh klub di Indonesia meladeni keadaan susah. Jika pun kompetisi BRI Liga 1 akhirnya mampu bergulir usai lama vakum, partai tanpa penonton di stadion terasa jadi aneh.

Apalagi seluruh klub di Indonesia amat mengandalkan kedatangan penonton di stadion untuk menopang keadaan keuangan mereka. Itulah mengapa mantan pelatih Borneo FC ini berkeinginan pandemi virus Corona mampu berlalu dan ajang kembali berjalan normal.

“Yang bisa kita lakukan saat ini adalah menyesuaikan diri demi sepak bola Indonesia. Dimana pemain beraksi tanpa dukungan langsung dari suporter dan menghabiskan waktu di hotel dengan protokol kesehatan yang ketat,” papar Dejan.

Pada peluang ini, eks juru taktik Hong Kong Rangers itu pula mengungkapkan kiatnya dalam menukangi sebuah klub. Sebagai arsitek, sang pelatih selalu menjadikan klub yang dilatihnya ibarat keluarga besar. Bukan cuma semua elemen klub tapi pula pendukungnya.

“Peranan suporter sangat penting dalam perjalanan sebuah tim. Mereka selalu mendukung tim, apapun hasil yang diraih. Ini yang saya dirasakan di PSS,” ungkap Dejan yang sukses membawa PSS meraih tempat ketiga di Piala Menpora 2021.

Kepada punggawa, mantan arsitek Persib Bandung itu selalu memposisikan diri tidak cuma sebagai nahkoda. Tapi pula rekan dan orangtua. Sang juru racik menyempatkan diri bicara hati ke hati dengan pilarnya supaya merasa mampu merasa nyaman.

“Karier sebagai pemain tak lama. Rata-rata pemain pensiun pada usia 35. Saya ingin setelah gantung sepatu kehidupan mereka dan keluarga tetap berjalan normal. Dan, ingat tidak semua pemain meneruskan kariernya di sepak bola dengan menjadi pelatih,” terang Dejan.

Terkait dengan sasarannya bareng Super Elang Jawa di ajang kasta tertinggi Indonesia itu, pelatih PSS Sleman itu mengharapkan skuat besutannya selalu bermain optimal dan menghibur di tiap pertandingan.

“Hal ini yang selalu tekankan kepada pemain sebelum bertanding. Fokus tampil maksimal. Soal hasil nomor dua,” kata Dejan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *