Cemerlang di Piala Menpora 2021, Akbar Hermawan Masih Perlu Jam Terbang di Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022

Winger Persela Lamongan, Akbar Hermawan, tampil mengesankan di Piala Menpora 2021 lalu. Tapi, untuk kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, sang pemain masih wajib meninggikan kemampuannya.

Faktor ini tampak ketika Laskar Joko Tingkir melakoni laga uji tanding menghadapi sesama tim ajang kasta tertinggi Indonesia itu, Persebaya Surabaya, beberapa waktu lalu. Dalam partai itu, punggawa asal Takalar, Sulawesi Selatan ini beberapa kali terlihat kebingungan.

“Kami lihat background dan CV Akbar, ternyata dia belum pernah main di top level. Piala Menpora jadi pertama kalinya dia bermain (di top level),” jelas pelatih Persela, Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan mengakui kalau gelandang berusia 23 tahun itu punya potensi untuk berkembang pesat. Permainannya di turnamen pramusim lalu mampu dibilang yang terbaik di klub asal Kota Soto tersebut.

Tampil sebagai pengatur permainan skuat, pilar jebolan PSM Makassar U-21 itu sukses menjadi kunci serangan balik Laskar Joko Tingkir. Bahkan, dia pula pernah melesakkan satu gol ke gawang Madura United untuk memaksakan hasil seri 1-1.

“Pada saat Piala Menpora kemarin, banyak tim yang belum terlalu ready. Jadi banyak tim bermain dengan intensitas yang sedikit agak low. Itu kenapa Akbar jadi bisa berkembang,” jelas pelatih Persela Lamongan itu.

Sebagai punggawa yang akan tampil di posisi nomor 10, pilar kelahiran 29 Juli 1998 itu memperoleh perhatian lebih dari arsitek asal Medan itu. Sang pelatih menyebut seorang playmaker dituntut menjadi kunci permainan dalam transisi positif yang diadakan Laskar Joko Tingkir.

Pelatih berusia 63 tahun ini sudah menyebut dirinya bakal fokus memakai skema serangan balik. Itu mengapa amunisi seperti Akbar Hermawan akan punya peran berharga dalam taktik yang dibentuknya.

Dengan waktu yang semakin mepet, eks juru racik Persebaya Surabaya itu mintanya untuk terus berupaya mengembangkan kemampuannya. Pilar muda Persela Lamongan ini diminta menyerap apapun yang dipaparkannya.

“Saat uji coba melawan Persebaya, karena intensitasnya cukup tinggi jadi Akbar perlu banyak diberikan pengarahan. Seperti misalnya, bagaimana dia mengambil keputusan dalam kondisi pressure yang cukup tinggi,” tandasnya.

Gaya permainan Akbar Hermawan disebut-sebut hampir sama dengan legenda Juventus yang sekarang menjabat sebagai Direktur klub, Pavel Nedved. Faktor itu mulai tampak sejak dia mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel.

Pria berusia 48 tahun itu merupakan playmaker tersohor pada zamannya. Daya juang tinggi dan sepakan keras jarak jauh menjadi ciri khas sang playmaker yang membikinnya menjadi salah satu playmaker terbaik di ajang Serie-A.

Saking miripnya permainan keduanya, diapun hingga dijuluki Nedved Galesong (merujuk wilayah kelahirannya((merujuk daerah kelahirannya). Bahkan waktu dirinya mentas dari Porda Sulsel dan memetik mimpi ke klub profesional, julukan itu tetap melekat kepadanya di Laskar Joko Tingkir.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *