Menunggu Muka Anyar Persipura Jayapura di Liga 1: Peran Sentral 4 Punggawa Senior dan Serbuan Bakat Muda Papua

Memasuki Liga 1 2021, banyak dinamika yang terjadi di dalam tim Persipura Jayapura, terutama pada lini jajaran pilar. Tim asal Jayapura itu masih mempertahankan empat sosok senior, Tinus Pae, Ricardo Salampessy, Ian Louis Kabes, dan Boaz Solossa.

Kebetulan kuarter ini menempati poros utama skuat mulai bek, lini tengah, dan penyerang. Arsitek Mutiara Hitam, Jacksen F. Tiago tidak menampik hal ketergantungan skuat kepada para senior tersebut.

“Kita harus jujur, empat pemain itu sudah tidak muda lagi. Tapi kami sangat membutuhkan mereka sebagai motivator dan katalisator tim. Karena musim ini Persipura banyak memakai pemain muda,” kata Jacksen Tiago.

Peran ini, lanjut pelatih asal Brasil itu, adalah sebagai jembatan prestasi Persipura. Mereka diinginkan bisa melanjutkan tongkat estafet kepada para pilar muda.

“Mereka jadi panutan dan jembatan bagi pemain muda. Hingga pada saatnya nanti, jika pemain muda ini telah matang tongkat estafet bisa berjalan mulus,” ujarnya.

Selain aspek teknis, juru latih berusia 53 tahun itu mengungkapkan Boaz Salossa dan rekan-rekan pula berperan sebagai pengayom psikologis anak-anak muda.

“Saya butuh bantuan dan dukungan mereka untuk menjaga suasana kondusif tim. Saya selalu libatkan empat senior itu untuk diskusi. Saya penganut demokrasi. Bagi saya makin banyak masukan tentu internal tim akan bagus,” jelasnya.

Eks juru racik Barito Putera ini mengakui ada rantai putus di Mutiara Hitam usai eksodus beberapa amunisi seperti Nelson Alom, Osvaldo Haay, dan rekan-rekan.

Mantan nahkoda Penang FA itu bukannya tidak mengadakan apa-apa. Maksimalkan bakat lokal jajal diadakannya, tetapi keuangan menjadi rintangan dalam beberapa bulan belakangan.

“Sebenarnya Osvaldo Hay dkk. dipersiapkan untuk tongkat estafet. Tapi mereka memilih berkarier di klub lain. Tak bisa tidak, sekarang kami harus mempercepat proses regenerasi pemain muda saat ini,” tuturnya.

Mutiara Hitam dihadapkan apda turnamen lain selain Liga 1, yaitu Piala AFC. Oleh sebab itu, persiapan dan pemantapan tim dijalannya di tengah segala kekurangan yang ada.

Mengadakan TC di Batu, Jawa Timur, serta mencoba pilar muda dalam duel uji tanding diinginkannya bisa memberi angin segar pada peremajaan tim.

Ada dua punggawa muda yang dipromosikan Mutiara Hitam ke skuad senior, mereka adalah Joshua Isir dan Ramai Rumakiek. Mantan pelatih Mitra Kukar itu menyanjung keduanya dan kerap menurunkannya pada partai uji tanding.

“Mereka sangat luar biasa, punya kemampuan bagus. Makanya tadi kita memberi waktu bermain yang lebih banyak kepada mereka. Dua pemain potensial yang sangat besar yang kita punya saat ini.”

Selain itu ada Fridolin Yoku dan Theo Numberi. Meskipun performanya diakui sang juru latih belum menonjol, ini banyak keuntungan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Jacksen F. Tiago pula masih menanti sejumlah pilar dari Tim PON Papua yang mampu diajak berlabuh ke Mutiara Hitam. Menarik menunggu muka anyar Persipura pada Liga 1 2021.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *