Bhayangkara FC Mempraktikkan Seleksi Ketat Bagi Punggawa Yang Bakal Bermain di EPA U-16 2021

Ternyata persaingan menjadi pesepak bola di seluruh level amat ketat, tidak terkecuali di kelompok umur 16 tahun. Ini juga diadakan skuat juru latih Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC U-16.

Ketatnya persaingan ini dirasai Yoel Cornelius Juwadi. Di antara 16 pilar asuhan SSB PSAD Kota Kediri, sang pemain satu-satunya siswa yang terpilih lolos seleksi yang dihelat di Stadion Jenggala Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Skuat pemandu talenta Bhayangkara FC mengadakan tiga tahap seleksi. Sampai tes terakhir, jelas juru racik berlisensi AFC B tersebut, lima punggawa SSB PSAD yang mampu bertahan.

“Dari SSB kami ada 16 pemain, tapi hanya Cornelius yang lolos. Ini bukti tak mudah menjadi pemain untuk masuk tim EPA. Anak-anak harus serius jika ingin berkarier di sepak bola,” kata Rudi Haryono, pelatih SSB PSAD.

Lebih jauh, mengembangkan talenta anak-anak dengan segudang potensi menjadi tantangan tersendiri buat Rudi. Menurutnya, ada tekanan lain yang hadir ketika menukangi mereka.

“Ini juga tantangan bagi saya untuk melatih anak-anak lebih bagus lagi,” kata Rudi Haryono, pelatih SSB PSAD.

Klub EPA Bhayangkara ini akan disiapkan untuk ajang musim 2021. Meskipun Cornelius sudah lolos, dia tidak mampu bersantai-santai.

“Tim menerapkan sistem promosi degradasi. Saya bisa saja dicoret, bila tak menunjukkan perkembangan bagus. Makanya, saya harus terus berlatih bila ingin bertahan di tim Bhayangkara FC U16,” tutur Cornelius.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *