Pemain PSM Makassar Penuh Harapan Timnya Tetap Kompetitif di Kompetisi Liga 1 2021

Kapten PSM Makassar, Zulkifli Syukur, percaya tim asal Makassar itu tetap kompetitif di Liga 1 2021. Sang pemain merujuk kiprah PSM Makassar di Piala Menpora 2021. Pada gelaran turnamen pramusim itu, Juku Eja yang bermaterikan murni pilar lokal bisa melaju sampai semifinal.

Menurut amunisi asal Makassar itu, bola saat ini ada di tangan manajemen, khususnya untuk urusan merampungkan masalah internal klub seperti pembayaran tunggakan upah amunisi dan juru latih. Pasalnya Juku Eja tidak boleh mengontrak punggawa jika belum menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Secara pribadi dan sebagai kapten PSM, saya yakin manajemen sudah memikirkan dan menyiapkan solusi terbaik buat PSM,” ujar Zulkifli dalam channel youtube Rijal Djamal.

Eks palang pintu Timnas Indonesia itu tidak menampik anggapan yang menuturkan bahwa materi Juku Eja tetap perlu tambahan amunisi untuk meninggikan kualitas skuat, terutama legiun asing yang mumpuni. Hingga saat ini, PSM Makassar cuma punya Wiljan Pluim asal yang memang masih terikat masa kerja hingga 2024.

Terkait faktor ini, pilar berusia 37 tahun itu menyerahkan keputusan seluruhnya pada manajemen dan skuat juru latih lantaran ini menyangkut masalah teknis dan keuangan tim.

Terkait adanya sejumlah tim yang membidik punggawa Juku Eja usai bermain bagus di Piala Menpora 2021, amunisi berpostur tinggi 174cm ini menyebut itu faktor wajar.

“Sekarang semuanya tergantung pemain itu sendiri. Mereka tentu punya alasan sendiri apakah bertahan atau tidak di PSM. Tapi, sekali lagi, peran manajemen PSM juga penting dalam hal ini. Jadi ada saling keterkaitan,” tegas Zulkifli yang berencana pensiun di PSM ini.

Bek bernomor punggung 3 di PSM Makassar itu pun berkeinginan pendukung Juku Eja tetap total mendukung klub kesayangannya.

“Mari kita berjuang bersama untuk melewati masa sulit ini, termasuk mengawal kelanjutan pembangunan Stadion Mattoangin yang sempat terhenti. Sangat miris, Makassar yang mengklaim ingin menuju status kota dunia justru tak memiliki stadion bertaraf internasional,” papar kapten PSM Makassar itu.

Sebagai kapten Juku Eja, Zulkifli Syukur mengaku sependapat dengan kalangan pendukung PSM Makassar yang kompak mengusung slogan. ‘Stadion adalah Kebutuhan, Bukan Kepentingan’ ketika mengadakan aksi demontrasi beberapa waktu lalu.

“Makassar memang butuh stadion. Bukan hanya PSM, tapi seluruh warga, karena Stadion Mattoanging yang sudah rata dengan tanah adalah ikon dan kebanggaan serta harga diri,” ungkap Zulkifli.

Menurut mantan punggawa Mitra Kukar itu, wacana adanya stadion yang representatif di Makassar lebih banyak ditujukan untuk kepentingan politik, terutama pada masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada). Tapi, faktanya stadion yang diimpikan belum terwujud hingga kini.

“Dulu ada Stadion Sudiang dan Barombong yang semuanya terhenti pembangunannya. Kini, Stadion Mattoangin juga sudah rata dengan tanah. Semuanya milik pemerintah provinsi Sulawesi Selatan,” kata Zulkifli.

Eks pilar Persib Bandung itu kemudian sejumlah provinsi lain yang punya lebih dari satu stadion yang pantas untuk laga nasional dan internasional.

“Kalimantan Timur misalnya, mereka punya lima stadion yang representatif. Sementara Sulawesi Selatan yang katanya gerbang Indonesia Timur malah tak punya satu pun stadion yang layak. Semoga Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar mau duduk satu meja untuk bersama-sama membahas pembangunan stadion buat warganya,” pungkas Zulkifli.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *