Termasuk Senior, Seperti Ini Misi Kushedya Hari Yudo di Timnas Indonesia

Juru latih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong banyak memanggil punggawa muda dalam TC 1 Mei di Jakarta. Dari 34 pilar, mampu dihitung dengan jari amunisi yang berusia 27 tahun ke atas. Selebihnya, amunisi jebolan timnas kelompok umur.

Bomber Arema FC, Kushedya Hari Yudo termasuk pilar yang memiliki umur senior. Dia memasuki usia 27 tahun. Sang pemain menyadari posisinya sebagai salah satu punggawa senior di Timnas Indonesia, sehingga dia memiliki misi khusus dalam pemanggilan kali ini.

“Yang dipanggil kali ini rata-rata pemain muda. Ibaratnya saya masuk senior. Karena mungkin hanya 3 orang yang usianya 27-28 tahun. Di sana, harus bisa jadi contoh pemain muda. Latihan lebih semangat dan tidak ada capeknya. Karena ini bela nama Indonesia,” jelas mantan pemain PS Sleman itu.

Bagi striker asal Malang itu, ini merupakan panggilan timnas yang ketiga. Sehingga dia tidak merasa canggung lagi. Sang pilar siap bersaing dengan yang lebih muda. Ada kemungkinan penyusutan pilar untuk diboyong ke sambungan Kualifikasi Piala Dunia di Uni Emirat Arab.

“Pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia,” sambungnya.

Penyerang berusia 27 tahun itu belum sempat memperkuat Skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia. Kali ini, dia ingin memberi warna beda untuk sektor serang Timnas Indonesia. Penampilan sang pilar cukup bagus saat memperkuat Skuad Garuda pada partai uji tanding beberapa waktu lalu.

TC Skuad Garuda dihelat cukup lama. Programnya pemusatan latihan diteruskan dengan Kualifikasi Piala Dunia di Uni Emirat Arab. Kalau diakumulasi, mantan pilar PSS Sleman itu berada di Timnas pada 1 Mei-12 Juni. Padahal Singo Edan pernah tidak ingin kehilangan amunisi lagi.

Usai tidak berhasil totoal di Piala Menpora 2021. Tetapi, punggawa berpostur tinggi 173cm ini sudah berhubungan dengan manajemen dan skuat pelatih. Mereka telah memberi izin ke Timnas.

“Mau bagaimana lagi, saya absen di klub karena ijin ke timnas,” sambungnya.

Tim asal Malang itu akan punya juru latih anyar ketika latihan setelah Hari Raya Idul Fitri. Jadi, ujung tombak bernomor punggung 99 di Arema FC itu bakal terlambat adaptasi dengan juru racik itu.

“Kalau soal pelatih nanti tergantung situasi dan kondisi untuk saya adaptasi nanti. Yang terpenting, semoga pelatihnya yang terbaik untuk Arema,” harapnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *