Samsul Arifin Menikmati Ramadhan Bareng Keluarga Usai Bermain di Piala Menpora

Para amunisi PSS Sleman sudah kembali ke wilayahnya masing-masing usai bermain di gelaran Piala Menpora 2021. Klub asal Sleman itu menyegel posisi ketiga turnamen pramusim yang berkesudahan pekan kemarin.

Super Elang Jawa di bawah naungan Dejan Antonic memastikan finis di peringkat ketiga, usai menaklukkan perlawanan PSM Makassar di Solo, Sabtu (24/04/2021). PSS Sleman menang tipis 2-1 dan menjadi bekal penting sebelum mengarungi Liga 1 mendatang.

Satu di antara pilar Super Elang Jawa, Samsul Arifin sudah kembali ke kampung halamannya di Pasuruan, Jawa Timur. Sang pemain sudah berkumpul dengan keluarga menikmati momen Ramadhan bareng anak istrinya di rumah.

Amunisi berusia 29 tahun itu cukup lama tidak pulang ke rumah semenjak pergelaran turnamen pramusim itu. Bahkan, sebelum turnamen ia sudah berkumpul dengan skuatnya, sampai berhasil mengantarkan tim besutan Dejan Antonic ke laga perebutan posisi tiga.

Ia mengaku faktor yang paling dirindukan adalah ketika menyongsong berbuka puasa atau ngabuburit bareng keluarga. Ia sering berkunjung ke dermaga kapal Pasuruan yang tidak jauh dari kediamannya.

“Alhamdulillah sangat senang bisa berkumpul bersama keluarga. Momen paling berharga bagi saya. Apalagi hari pertama sahur dan buka puasa biasanya bersama keluarga,” kata Samsul Arifin seperti dilansir dari website resmi PSS Sleman, Kamis (29/04/2021).

Punggawa asal Pasuruan itu bermain bagus sepanjang ajang Piala Menpora 2021. Sang bek mulai sukses menarik hati juru latih Dejan Antonic yang kerap menurunkannya.

Ketika Super Elang Jawa melangkah ke babak semifinal. Eks pemain Persela Lamongan itu menjadi satu di antara kunci permainan skuatnya, khususnya aliran bola dari sisi kiri. Ia amat tangguh dan cekatan dalam menyisir kiri lapangan.

Betul saja, dua kali ia menjadi otak di balik brace yang diciptakan penyerang Saddam Emiruddin Gaffar ke gawang Persib. Dua kali operan silangnya dituntaskan dengan dingin oleh sang bomber mengaku bangga dengan pencapaiannya maupun secara permainan skuat.

“PSS meraih juara ketiga dengan persiapan yang terbilang singkat. Bahkan chemistry antar pemain saat itu belum menyatu. Tapi dengan berjalannya hari demi hari, semua itu terjalin dengan baik,” katanya.

“Saya bersyukur bahwa kebersamaan team ini bisa terjaga sampai kita bisa ke ujung Piala Menpora ini. Saya berharap semangat kebersamaan yang kuat di Piala Menpora bisa berlanjut di Liga 1 nanti,” jelas Samsul.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *