Tidak Jadi Pindah ke Persis Solo, Fakhrurrazi Quba Memilih Bertahan di Persiraja Banda Aceh

Penjaga gawang Persiraja Banda Aceh, Fakhrurrazi Quba akhirnya tidak jadi pindah ke Persis Solo. Dia memilih bertahan di Laskar Rencong untuk Liga 1 2021.

Keputusan ini sebagai bukti kiper asal Aceh itu sudah lulus ujian loyalitas segaligus profesionalisme.

Selama dua pekan lalu, nama penjaga gawang tumpaun Laskar Rencong ini santer dihubungkan dengan Persis Solo bareng Assanur Rijal, bintang Persiraja yang meraih sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak Piala Menpora 2021.

Kiper berusia 31 tahun itu diberitakan eksodus bareng beberapa pilar Laskar Rencong ke tim lain, seperti. Asep Budi, Zamrony, Miftahul Hamdi, Luis Irsandi, Eriyanto, dan Ganjar Mukti.

Tetapi pekan ini seluruh isu itu sudah terjawab.

“Saya batal ke Persis. Setelah berpikir matang, saya putuskan bertahan di Persiraja saja,” kata Quba.

Padahal, lanjut penjaga gawang berpostur tinggi 178cm ini, dirinya dan manajemen Laskar Samber Nyawa sudah mengadakan negosiasi.

“Sudah tahap negosiasi dengan Persis. Awalnya saya memang tertarik ke Solo. Setelah banyak pemain meninggalkan Persiraja, akhirnya saya harus memutuskan tetap di Aceh,” ujarnya.

Pertimbangan eks kiper Semen Padang itu lantaran ikatan batin yang tidak ikhlas jika Persiraja terseok-seok di Liga 1 2021.

“Bagaimana pun ini klub daerah asal saya. Saya harus menepikan egoisme demi Aceh. Saya juga ikut andil mengangkat Persiraja ke Liga 1. Setelah di kasta tertinggi masak saya tinggalkan begitu saja,” ucapnya.

Selain rasa primodialisme, mantan kiper PSAP Sigli itu mengungkapkan manajemen Laskar Rencong pula memberi kenaikan nominal masa kerja untuk musim depan.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian manajemen. Soal nilai kontrak itu bagian profesionalisme. Tapi motivasi paling utama, saya tak rela bila Persiraja turun kasta lagi,” tuturnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *