Wahyu Winarto Mengapresiasi Prestasi Bagus PSIS Semarang di Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021

PSIS Semarng sudah melakoni kiprah di Piala Menpora 2021 dengan prestasi yang bagus. Klub asal Kota Atlas itu menembus perempat final sampai akhirnya disingkirkan oleh PSM Makassar via drama adu penalti.

Angkat kopernya Mahesa Jenar memang terbilang lantaran kurang beruntung. Laga berkesudahan seri tanpa brace sehingga wajib ditentukan adu penalti. Dalam fase tos-tosan ini, tim besutan Dragan Djukanovic ini takluk 2-4, sekaligus menyudahi kiprah mereka di turnamen pramusim ini.

Faktor yang tidak butuh diratapi, termasuk manajemen tim Mahesa Jenar. Pencapaian di Piala Menpora 2021 dirasa telah amat bagus, apalagi saat menjalani babak penyisihan grup. Tim kebanggaan Panser Biru dan Snex ini bermain perkasa dan menjadi klub yang terproduktif.

Sembilan gol dalam tiga duel, telah cukup membuktikan kehebatan Mahesa Jenar untuk urusan melesakkan brace. Kemudian, melihat materi skuat yang 100 persen adalah pilar lokal kualitas kekompakan amat terasa.

“Meski kalah dan tersingkir, kami tetap mengapresiasi pemain. Prestasi 8 besar, menurut manajemen sudah luar biasa. Dengan materi pemain dan kemampuan seperti itu, saya kira ini sebuah prestasi yang bagus,” ungkap General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto, Senin (12/04/2021).

Sementara itu, Mahesa Jenar bisa memaksimalkan potensi amunisi mudanya di Piala Menpora 2021. Tenaga muda asli produk PSIS diorbitkan, seperti Pratama Arhan Alief, Alfeandra Dewangga Santosa, Wahyu Prasetyo, Eka Febri, Riski Fajar, Farrel Arya, dan Mahir Radja.

Buktinya mereka bisa mengadakan sesuatu yang lebih daripada beberapa tim elite lain. Mereka mampu unjuk kemampuan dan tampil lepas mengeluarkan seluruh talenta yang terpendam.

Meskipun begitu, secara umum performa selama di turnamen pramusim ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum mengarungi ajang resmi 2021.

“Dengan hasil kemarin, tentu ada banyak pekerjaan rumah atau evaluasi. Selanjutnya tim diliburkan dulu karena sudah memasuki awal puasa. Pemain pasti ingin kumpul dulu dengan keluarga, sambil menunggu kepastian kompetisi,” jelas pria yang akrab disapa Liluk itu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *