Gelandang Asing Bhayangkara Solo FC Tidak Sabar Meladeni Dua Mantan di Piala Menpora 2021

Piala Menpora 2021 bakal amat terkesan bagi pilar Bhayangkara Solo FC asal Brasil, Renan Silva. Kegiatan sepak bola Indonesia berjalan kembali usai setahun lamanya vakum akibat wabah virus Corona.

Faktor lain baginya adalah bakal berjumpa dua klub yang sempat menjadi tim lamanya. Tim besutan Paul Munster bakal bersaing dengan Persija Jakarta, Borneo FC, dan Persita Tangerang di fase grup D dipusatkan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Macan Kemayoran dan Pesut Etam tentunya tidak asing bagi pemain berusia 32 tahun ini, lantaran sempat berseragam di dua tim itu. Persija adalah tim Tanah Air perdana yang ia singgahi di tahun 2018. Ia langsung sukses membawa tim Ibukota juara Liga 1.

Musim selanjutnya ia pindah ke Pesut Etam di Samarinda, Kalimantan Timur. Di Borneo, amunisi berpostur tinggi 176cm itu berhasil menjadi punggawa pilar dengan bisa menghasilkan 12 gol sepanjang musim.

Gelandang kelahiran 2 Januari 1989 ini mengaku telah tidak sabar untuk segera melawan dua bekas klubnya itu di Piala Menpora nanti. Akan menjadi duel yang luar baisa baginya berjumpa mantan teman-temannya dalam satu tim.

“Saya pernah juara dengan Persija dan bermain maksimal untuk Borneo FC. Dan saya yakin bisa membawa Bhayangkara Solo FC mengalahkan mereka,” terang Renan Silva saat dijumpai Bola.com, Kamis (11/03/2021).

“Saya senang bisa kembali berlatih di Bhayangkara Solo FC setelah 1 tahun tanpa sepak bola. Kondisi saya pribadi sudah mencapai 60 persen, dan yakin 100 persen saat kompetisi nanti,” kata Renan Silva.

Winger asal Brasil ini menambahkan, kandidat musuh Bhayangkara Solo FC di fase grup nanti adalah klub yang tangguh. Bahkan ia mengaku banyak orang menuturkan kepadanya bahwa Grup D Piala Menpora seperti grup neraka.

Klubnya The Guardian berstatus kampiun kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2017, Persija Jakarta merupakan kampiun di tahun sesudahnya. Adapun Borneo FC sering menjadi klub kuda hitam yang susah dikalahkan, begitu pula Persita dapat memberi kejutan sebagai klub promosi.

“Banyak orang bilang grup neraka, dan saya senang harus melawan mantan tim yakni Borneo FC dan Persija,” ujarnya.

“Saya tahu ini pramusim, semua klub juga merasa demikian. Harapan saya tentu ingin membawa juara walaupun lebih penting adalah nanti saat kompetisi, setidaknya mengembalikan fisik dan mental,” jelas pemain berusia 32 tahun.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *