Sama-Sama Klub Timur Menjadi Alasan Patrich Wanggai Memilih Berlabuh Dengan PSM Makassar

Kedatangan Patrich Wanggai pada sesi latihan PSM Makassar di Bosowa Sport Centre, Rabu (10/03/2021) menambah semangat tim asal Makassar itu. Apalagi, Juku Eja memang tidak memiliki penyerang murni usai Giancarlo Rodriques, Ferdinand Sinaga dan Osas Saha angkat koper dari klub menyusul krisis keuangan.

Pemain asal Nabire ini mengaku optimistis Juku Eja mampu bersaing di Piala Menpora 2021. Seperti diketahui, pada event pramusim itu, PSM Makassar terlabuh di Grup B bareng Persija Jakarta, Bhayangkara Solo FC, dan Borneo FC.

“PSM kali ini mayoritas diperkuat pemain asli Makassar yang memiliki motivasi dan semangat pantang menyerah. Secara kualitas PSM juga bisa bersaing. Kita lihat saja nanti,” tegas Patrich Wanggai kepada awak media Makassar.

Pada peluang itu, amunisi berusia 32 tahun itu mengungkapkan alasannya memilih berlabuh di Juku Eja. Menurutnya, ada sebanyak klub yang mengajaknya berlabuh pasca-tidak lagi bareng Persebaya Surabaya.

Tetapi, manajemen Juku Eja yang paling intens mengadakan hubungan dengannya. “Saya pun memutuskan ke PSM. Apalagi, PSM adalah tim Indonesia Timur,” ujar sang striker.

Keyakinan punggawa berpostur tinggi 178cm ini terbilang realistis. Jadwal mepet membikin persiapan klub kontestan Piala Menpora 2021 terbilang sama. Dalam keadaan ini, motivasi, gairah dan mental mampu jadi bekal klub.

Apalagi, Juku Eja ditempati sejumlah pilar asli Makassar yang bermental petarung seperti Hendra Wijaya, Zulkifli Syukur, Rasyid Bakri, M. Arfan, dan Rizky Eka Pratama. Pula ada amunisi non Makassar yang berkarakter sama yaitu Hasim Kipuw, Yakob Sayuri, dan tentu saja Patrich Wanggai.

Sebelumnya, CEO Juku Eja, Munafri Arifuddin menuturkan manajemen bakal menghadirkan punggawa tambahan untuk memperkuat klub. Isu yang beredar di kalangan pendukung dan media, palang pintu asal Makassar yang pula pilar Timnas Indonesia U-23, Nurhidayat akan segera berlabuh dengan PSM Makassar.

Masa persiapan yang singkat membikin nahkoda Juku Eja, Syamsuddin Batola, mengungkapkan menu latihan yang fokus memulihkan fisik dan sentuhan para punggawanya.

Terkait uji tanding, Syamsuddin mengaku kesusahan mencari musuh di Makassar. Apalagi, situasi dan kondisi di Makassar yang terus diguyur hujan membikin Juku Eja mau tidak mau berlatih di lapangan futsal Bosowa Sport Centre.

“Saya masih mencari lawan yang cocok dan siap. Tapi, kalau tidak ada, saya akan mengggelar gim internal saja sebelum berangkat ke Malang,” kata Syamsuddin, libero mengantar PSM meraih trofi juara Liga Indonesia musim 1999/2000 ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *