Arema FC Menyiapkan Kerangka Tanpa Gelandang Serang di Piala Menpora

Susunan Arema FC untuk Piala Menpora menyisakan satu nama berharga, yaitu winger serang asal Brasil, Bruno Smith.

Amunisi berpostur tinggi 173cm itu sekarang dalam perjalanan menuju Indonesia. Begitu datang di Jakarta, dia akan melakoni karatina lebih dulu sebagai protokol kesehatan di masa pandemi virus Covid-19.

Artinya, pilar berusia 28 tahun ini baru bisa gabung Singo Edan dalam waktu yang amat mepet menjelang kick-off Piala Menpora yang dimulai 21 Maret mendatang.

Skuat juru racik tim asal Malang itu, menyadari kalau sang punggawa masih perlu adaptasi lagi, terutama dalam faktor fisik. Bruno terakhir latihan dengan Singo Edan pada 30 Oktober silam di Malang. Usai itu, pada akhir 2020 dia memilih pulang kampung ke Brasil.

“Dia akan datang mepet dengan Piala Menpora. Ada waktu untuk melihat kondisinya waktu latihan nanti. Tapi kami siapkan antisipasi jika dia masih belum fit. Riskan kalau memaksakan dia main sejak awal. Percuma juga, kalau fisiknya belum bagus, skill yang dia punya tidak akan keluar,” kata asisten pelatih Arema FC, Kuncoro.

Sebagai antisipasi, Kuncoro dan dua asisten lainnya, Singgih Pitano dan Siswantoro mempersiapkan kerangka lain kalau wajib bemrain tanpa Bruno. Mereka turun tanpa winger serang.

“Kalau main dengan Bruno atau seorang playmaker, secara permainan lebih enak dilihat. Main cantik karena ada yang olah bola dan suplai kedepan. Tapi kami juga siapkan opsi lain. Main tanpa playmaker. Mengandalkan kekompakan tim, ngotot dan kecepatan,” sambung Kuncoro.

Artinya, tanpa Bruno Smith, kerangka yang disiapkan tidak mengutamakan sepak bola indah. Menurut Kuncoro, yang penting klub kebanggaan Aremania itu mencari hasil akhir, menang. Secara materi punggawa, sang pelatih optimis skuatnya masih diperhitungkan. Singo Edan masih memiliki punggawa seperti Dedik Setiawan, Dendi Santoso, Ahmad Alfarizi dan lainnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *