Piala Menpora 2021 Banyak Hadiah, Ini Respons Robert Alberts

Piala Menpora 2021 punya total hadiah yang cukup luar biasa, yaitu Rp 4,65 miliar. Perinciannya adalah Rp 2 miliar untuk sang kampiun, Rp 1 miliar untuk runner-up, posisi ketiga memperoleh Rp 750 juta, dan Rp 500 juta buat peringkat keempat.

Adapun untuk klub fairplay, punggawa terbaik, dan top skorer masing-masing bakal memperoleh hadiah Rp 100 juta. Sementara itu, untuk amunisi muda dan wasit terbaik bakal memperoleh Rp 50 juta.

Bahkan, dana 250 juta dipersiapkan dalam tiap laga, di tim pemenang bakal menerima Rp 150 juta dan yang kalah memetik Rp 100 juta. Tetapi kalau hasinya seri, kedua klub bakal memperoleh Rp 125 juta.

Meskipun begitu, nahkoda Persib Bandung, Robert Alberts, punya pandangan berlainan terkait hadiah yang diberi pada Piala Menpora nanti. Menurutnya, dana miliaran rupiah yang dikeluarkan lebih baik untuk meneruskan Liga 1.

“Kami menerima kabar soal banyaknya total uang hadiah, banyak juga hadiah untuk perorangan seperti pemain terbaik, top skorer dan lainnya,” cetus Robert selepas memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (03/03/2021).

“Tapi maaf, saya mempunyai opini yang sangat berbeda soal itu, sekali lagi, kami mempunyai perbedaan sudut pandang dalam hal teknis sepak bola,” lanjutnya.

“Uang itu seharusnya digunakan untuk membuat kompetisi Liga 1, karena lebih menarik dan lebih penting untuk liga,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.

Meskipun begitu, pelatih asal Belanda ini memastikan pasukannya tetap mengikuti Piala Menpora 2021 yang konsepnya bakal dihelat pada 21 Maret sampai 25 April 2021.

Akan tetapi, Maung Bandung diakui nahkoda berusia 66 tahun itu tidak bakal mengejar untuk menjadi yang terbaik atau juara. Menurutnya, Piala Menpora 2021 bukan turnamen yang serius, dan lebih penting lagi adalah pilar kembali tampil.

“Kami belum berlatih dengan kekuatan penuh, untuk memenuhi ekspektasi orang-orang menjadi juara dan hanya berlatih kurang lebih tiga pekan, menurut saya itu berlawanan dengan logika pengetahuan sepak bola saya,” ucap Robert.

Maka itu, arsitek PSM Makassar itu mengkritisi turnamen pramusim ini lantaran tugas utama adalah menikmati dan tampil sepak bola, di mana faktor itu apik bagi punggawa untuk mengembalikan kondisi fisik. Lantaran, faktor itu diperlukan punggawa dan berupaya tidak ada pilar yang cedera.

“Karena akan ada tim yang bermain all out untuk menang mengingat ada uang besar yang ditawarkan. Jadi kami mempunyai opini yang berbeda dan akan menikmati turnamen ini untuk menatap liga,” ujar pelatih berusia 66 tahun tersebut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *