Pamitan Dari Madura United, Rivaldi Bawuo Masih Memikirkan Tawaran Terbaik

Rivaldi Bawuo sekarang sudah tidak lagi terlabuh dalam tim Madura United yang sedang menghelat TC di Kusuma Agro Wisata, Kota Batu. Sang bomber telah pamitan sejak Februari lalu lantaran masa kerjanya tidak diperpanjang.

Amunisi asal Gorontalo ini memang kesusahan untuk bersaing di sektor serang Laskar Sape Kerrab. Madura United masih memiliki punggawa seperti Beto Goncalves, Haris Tuharea, dan beberapa pilar lain.

Usai tidak lagi berkostum tim asal Pulau Garam ini, pemain berusia 27 tahun itu telah memperoleh beberapa tawaran dari tim Liga 1. Tetapi, sang ujung tombak masih belum mengambil keputusan terkait masa depannya.

“Sekarang saya berada di Gorontalo. Sekarang masih memilih tawaran karena banyak yang masuk. Belum tahu nanti bermain di mana saat Piala Menpora,” ujar Rivaldi Bawuo.

Striker berpostur tinggi 172cm ini mengaku punya pemikiran tersendiri dalam menerima tawaran dari tim-tim kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia meskipun tidak bisa dimungkiri bahwa tiap pesepakbola pasti ingin segera memperoleh kepastian dari tim usai setahun tidak berajang,

“Pertimbangan saya kalau dikontrak satu tahun oleh klub. Saya harus mencari tempat yang nyaman. Selain itu, daerahnya juga enak untuk mengajak keluarga saya tinggal di sana,” ujarnya.

Saat ini, eks penyerang Arema FC itu belum mampu menyebutkan tim mana yang serius mendekatinya. Ia memilih untuk menyebutkan tim itu kalau sudah mencapai kata setuju. “Tidak enak kalau saya sebutkan klub yang memberikan tawaran, karena belum pasti. Tapi, banyak dari klub Liga 1,” lanjutnya.

Mantan bomber Kalteng Putra ini pun mengaku tidak masalah kalau nantinya belum mampu bermain di Piala Menpora 2021. Dia tidak tergesa-gesa memilih tawaran atau tergiur dengan nominal masa bakti.

“Kalau memang saya digariskan tidak ikut Piala Menpora ya tidak masalah. Dibuat asyik saja mau dapat rejeki yang tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah,” tegasnya.

Karier Rifaldi Bawuo pernah mencuat saat digaet Singo Edan dari tim Liga 2 Kalteng Putra musim 2018 lalu. Selama dua musim di klub asal Malang ini, dia bisa dapat peluang tampil 49 kali dan melesakkan 10 brace. Potensinya itu yang membikin Laskar Sape Kerrab menariknya.

Sayangnya, saat di tim besutan Rahmad Darmawan ini, ajang 2020 mandek. Saat itu dia pula masih dalam proses adaptasi. “Waktu di Madura saya juga masih baru. Adaptasi dengan lingkungan dan klub. Namun kompetisi terhenti,” cerita Rivaldi Bawuo.

Saat pamit dari Laskar Sape Kerrab, eks striker Persigo Gorontalo itu justru banyak memperoleh pesan dari Aremania via akun Instagram miliknya. Aremania seperti masih rindu dengan permainannya yang agresif di sektor serang maupun sayap.

“Banyak pesan dari Aremania yang meminta saya kembali ke Malang. Tapi, saya tidak mendapatkan tawaran dari Arema,” ujarnya.

Sesungguhnya, Rivaldo bisa saja mengambil keputusan cepat untuk memilih tim yang telah menghubunginya. Tetapi, ia pula berpikir apakah Liga 1 pula sudah memperoleh garansi dari pihak Kepolisian seperti Piala Menpora.

“Saya juga memikirkan klub. Tidak masalah mau kontrak saya setahun penuhu. Ikut Piala Menpora dan Liga 1, tapi kalau nantinya berhenti lagi kasihan klub. Tidak enak makan gaji buta, karena saya ingin mendapatkan hasil sesuai kinerja saya,” tegasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *