Robert Albert Berterus Terang Mengaku Tertarik Dengan Ezra Wilian dan Stefano Lilipaly

Juru racik Persib Bandung, Robert Alberts, mengakui Ezra Wilian dan Stefano Lilipaly merupakan amunisi-amunisi yang berkualitas. Sang arsitek tidak menampik tertarik memboyong mereka ke tim asal Kota Kembang tersebut.

“Saya tahu beberapa dari nama yang disebut dan tentunya pemain itu (Stefano Lilipaly dan Ezra Walian) menghubungi saya, saya juga menghubungi mereka soal situasi yang terjadi saat ini,” jelas Robert setelah memimpin latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (03/03/2021).

Pelatih asal Belanda ini mengaku selain Maung Bandung, klub-klub lain pasti tertarik dengan pemain berusia 31 tahun itu dan punggawa berusia 23 tahun ini. Alasannya, mereka memang pilar yang berkualitas.

“Tapi bagi kami, ini bukan soal keinginan tapi juga soal uang, soal anggaran. Persib Bandung adalah tim yang sangat baik dalam mengatur keuangan. Kami bekerja sesuai dengan budget dan karena itu Persib bisa membayar (gaji) pemain dan staf tepat waktu setiap bulannya,” jelas Robert.

Menurut nahkoda berusia 66 tahun ini, ketepatan waktu pembayaran upah hal yang terpenting. Dengan alasan itu, sang pelatih menuturkan Pangeran Biru tidak bisa menggaet punggawa di luar budget.

“Kalau beli pemain di luar budget, lalu di bulan berikutnya tidak bisa membayar gaji, itu akan membuat kami kecewa. Itu terpenting di manajemen sepak bola dan klub kami melakukan hal yang benar,” ujar Robert.

“Jadi jika saya berbicara dengan Lilipali, Ezra atau sebut lah nama Ronaldinho, Messi, De Gea, Ronaldo atau Van Dijk, saya menjalin komunikasi dengan mereka tapi pada akhirnya apakah Persib Bandung mampu atau tidak (membayarnya),” ungkap Robert.

Meskipun banyak isu terkait punggawa yang bakal hadir ke klub kebanggaan Bobotoh itu, eks juru latih PSM Makassar ini mengaku tidak merasa terganggu dalam menyiapkan skuat meladeni Piala Menpora 2021.

“Kami tidak merasa terganggu dengan rumor itu. Jika ingin berada di sepak bola profesional, pemain harus bisa hidup berdampingan dengan era modern seperti sekarang yang segalanya berkaitan dengan internet,” kata Robert.

“Tapi sayangnya lebih banyak negatifnya (penggunaan internet) daripada positifnya, pada prinsipnya banyak anak muda menunjukan rasa frustasinya dengan mengatakan hal buruk di internet. Pemain kami juga secara rutin berbicara mengenai hal ini ketika latihan dan itu hal yang dimaklumi. Yang terpenting kami di tim lebih tahu soal kenyataannya seperti apa,” ungkap Robert.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *