Arema FC Melintas Piala Menpora 2021 di Bawah Besutan Trio Juru Racik Lokal

Isu nahkoda asing yang akan melatih Arema FC pada musim 2021 memang terus bergulir. Tetapi, untuk Piala Menpora 2021, tim asal Malang ini kemungkinan besar belum bareng arsitek asing yang menjadi incaran manajemen.

Isu juru latih asing memang terus berdengung. Mulai dari Eduardo Almeida dari Portugal, Mario Gomez dari Brasil, sampai Sergio Farias yang pula berasal dari Brasil, masuk dalam calon pelatih Singo Edan untuk musim 2021.

Tetapi, untuk turnamen pramusim Piala Menpora 2021, trio asisten juru racik Kuncoro, Singgih Pitono, dan Siswantoro, telah memperoleh wewenang dari manajemen klub untuk memimpin Arema FC. Alasannya, Singo Edan masih trauma terlanjur mengontrak juru taktik anyar tapi ajang tidak berjalan.

Apalagi saat ini Polri baru memberi restu sebatas event pramusim. Sementara untuk Liga 1, izin bakal dilihat kalau penyelenggaraan Piala Menpora 2021 berjalan berhasil dan betul-betul mematuhi segala persyaratan termasuk protokol kesehatan yang ketat.

“Manajemen menyampaikan kepada tim pelatih untuk Piala Menpora. Pelatih baru masih menunggu kompetisi resmi. Alasannya masuk akal karena pengalaman musim lalu. Kami ibarat tentara, ditugaskan pimpinan ya siap berperang, tapi dengan strategi tentunya,” ujar Kuncoro.

Secara lisensi, seluruh asisten pelatih Singo Edan masih memegang lisensi B. Sementara untuk Piala Menpora, banyak aturan yang untuk sementara dilonggarkan, termasuk regulasi nahkoda dan amunisi.

“Sebenarnya saya juga masih terus belajar di dunia kepelatihan dan belum berkeinginan menjadi pelatih kepala. Jadi untuk sementara, kami saling bantu. Kan hanya turnamen, kalau kompetisi resmi memang tidak bisa karena lisensi,” tegas asisten pelatih Arema FC itu.

Kuncoro memastikan dirinya tidak bakal menjadi dominan saat menukangi Singo Edan di Piala Menpora 2021. Alasannya, lantaran dia merasa tidak bekerja sendirian, tapi bakal selalu berdiskusi dengan Singgih Pitono dan Siswantoro.

“Kalau di lapangan kami saling berkomunikasi, sama-sama bertugas. Bedanya, Siswantoro lebih banyak ke latihan fisik, karena dia memiliki latar belakang seperti itu,” ujar Kuncoro.

Sementara itu, untuk urusan taktik dan strategi, ketiga asisten arsitek itu akan bertukar pikiran, termasuk nantinya saat sudah wajib melakoni laga demi laga. Bahkan tim kebanggaan Aremania ini termasuk serius untuk mampu berprestasi di Piala Menpora 2021.

“Ketika tampil di Piala Menpora, kami tidak sekadar berpartisipasi. Kami ingin mengejar prestasi juga. Kami tetap memperhatikan komposisi pemain. Kerangka tim dari musim lalu sudah ada, tinggal memberikan kesempatan pemain lain agar mendapatkan pengalaman saja. Namun, kami melihat situasi untuk menurunkan pemain muda di Piala Menpora nanti,” tegas Kuncoro.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *