Respons PSS Sleman Masalah Piala Menpora 2021 Yang Segera Digulirkan

Sepak bola Indonesia tidak lama lagi kembali cerah, usai lama ditangguhkan akibat wabah virus Corona. Pemerintah via Polri akhirnya memberi restu untuk kegiatan sepak bola.

Sebelum ajang resmi dilakukan, lebih dulu ada acara pramusim yaitu Piala Menpora 2021. Konsepnya, turnamen itu bakal diikuti oleh 18 tim Shopee Liga 1 ditambah dua klub dari Liga 2, dan mulai digelar pada 20 Maret mendatang.

Turnamen bertajuk Piala Menpora 2021 itu memperoleh restu dan izin dari Polri, usai perjumpaan antara Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Menpora, Zainudin Amali di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/02/2021).

Dalam perjumpaan itu, Kapolri menyerahkan surat izin keramaian untuk aktivitas prakompetisi dengan syarat tidak ada penonton dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

PSS Sleman lewat Direktur Utama Marco Gracia Paulo memberi respons tentang perizinan yang telah dikeluarkan Polri, dan konsep turnamen pramusim yang tinggal satu bulan lagi. Ia menyebut keluarnya restu dari Kepolisian menjadi momen baik dan ditunggu semua masyarakat.

“Patut disyukuri apa yang ditunggu-tunggu prosesnya bisa membuahkan hasil. Kita juga mengucapkan selamat kepada PSSI dan PT LIB, juga terima kasih kepada Menpora yang selalu mendukung sehingga akhirnya pertandingan sepak bola terlaksana,” terang Marco Gracia Paulo, Jumat (19/02/2021).

Pihaknya yakin semua stakeholder sepak bola, mulai dari pilar, ofisial klub dan pendukung senang melihat perkembangan yang ada saat ini. Meskipun masih ada faktor yang butuh diperbincangkan secara mendalam mengenai turnamen Piala Menpora 2021, tetapi setidaknya sudah ada kejelasan.

Marco Gracia menambahkan, semua perwakilan tim bakal kembali melakukan perjumpaan secara online dengan PSSI dan PT LIB, serta Menpora. Untuk pematangan penyelenggaraan aktivitas event pramusim nanti.

Seperti diketahui, telah tersebar bocoran tentang skema penyelenggaraan Piala Menpora 2021. Mulai dari opsi penyelenggaraan, sampai rancangan pembagian grup yang dihelat di sebanyak kota seperti Solo, Bandung, Sleman, Palembang, dan Malang.

“Meski begitu kami melihat masih banyak pekerjaan rumah. Ada beberapa hal yang perlu dibicarakan lebih dalam, khususnya soal penjadwalan, grouping, aspek teknis pertandingan, logistik dan lainnya,” jelas Marco Gracia Paulo.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *