Usai Kehilangan Hendro Siswanto, Arema FC Mulai Melindungi Punggawa

Hijrahnya kapten tim Hendro Siswanto ke Borneo FC seolah-olah jadi pukulan telak bagi manajemen Arema FC. Sang pemain menerima lamaran Pesut Etam daripada menanti Singo Edan yang belum memberi kejelasan soal masa kerja.

Sejak Rabu (17/02/2021), manajemen klub asal Malang ini mulai memanggil satu per satu amunisinya untuk negosiasi di kantor manajemen, Jalan Mayjen Pandjaitan, Kota Malang.

Tapi tim kebanggaan Aremania itu menampik negosiasi masa bakti anyar itu dijalankan lantaran dampak kehilangna punggawa asal Tuban ini. “Negosiasi kontrak ini bukan karena keluarnya Hendro,” kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

“Tapi memang banyak pemain yang resah. Makanya, kami mulai dulu dari pemain yang sekarang ada di Malang,” tambahnya.

Sejak siang, para punggawa bergantian masuk ke ruangan GM Arema itu. Meskipun tidak langsung mengadakan tanda tangan masa kerja, tapi faktor itu setidaknya mampu membikin keresahan pilar berkurang.

“Tadi saya sudah ke kantor manajemen. Belum kontrak, tapi sudah komunikasi langsung dengan manajemen. Tinggal menunggu waktu saja,” kata kiper Arema, Andriyas Francisco.

Di negosiasi hari perdana, ada beberapa nama seperti Kartika Ajie, Titan Fawwazi, Aji Saka, Rizky Dwi Febrianto, Andriyas Francisco dan beberapa nama lainnya.

“Saya intinya ingin tetap di Arema. Karena saya belum merasakan pertandingan dengan tim ini,” kata Rizky yang gabung Arema ketika kompetisi sudah berhenti.

Semula manajemen Singo Edan berencana mulai membahas perpanjangan masa bakti usai ada kepastian ajang. Dia berpatokan dari beberapa tim besar Indonesia lainnya yang sekarang pula masih belum membahas masa kerja anyar dengan punggawanya.

Tapi Arema FC paham ada beberapa tim yang sudah mulai membentuk kekuatan lebih awal. “Ada dua klub yang mulai agresif (membentuk tim). Lainnya masih baru mengunci pemainnya saja dengan negosiasi kontrak,” sambung Ruddy.

Konsepnya Singo Edan akan terus mengadakan negosiasi beberapa hari kedepan dengan amunisi yang dapat rekomendasi untuk dipertahankan. Arema sendiri tidak ingin banyak mengubah susunan pilar.

Usai tidak memperpanjang Syaiful Indra Cahya dan Taufik Hidayat plus angkat kopernya gelandang berusia 30 tahun itu ke tim asal Samarinda itu, mereka belum agresif mencari penggantinya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *