Ajang 2021 Belum Berjalan, Joko Ribowo Asyik Melatih dan Berlatih

Semua kegiatan ajang sepak bola nasional saat ini masih vakum dan belum memperoleh restu secara resmi dari pemerintah, dalam faktor ini Kepolisian. Praktis kondisi ini membikin banyak amunisi sepak bola menganggur usai tim memberi libur panjang, seperti yang dialami penjaga gawang PSIS Semarang, Joko Ribowo.

Tidak sedikit pesepak bola yang memilih pindah ke tim luar negeri yang telah menggulirkan ajangnya. Sementara itu, masih ada banyak juga yang setia menanti kepastian ajang sepak bola Indonesia pada musim 2021.

Serta menanti, banyak dari mereka yang mengisi waktu dengan menjaga keadaan fisik secara mandiri dan pula mengikuti fun football di wilayahnya sendiri-sendiri. Faktor itu pula dijalankan oleh penjaga gawang asal Demak tersebut.

Masih ajang masih vakum, kiper berusia 31 tahun ini tidak merasa sepi dari aktivitas di lapangan hijau. Ia mengaku tetap menjaga pola latihan serta menambah jam terbang untuk kepelatihannya, di mana ia telah mengambil lisensi kepelatihan C AFC pada November 2020 lalu.

“Barangkali saya pemain yang paling sibuk selama kompetisi vakum, karena cukup banyak agenda yang saya lakukan. Sementara itu, saya juga sudah meminta izin ke manajemen terkait kegiatan saya selama ini,” ujar Joko Ribowo, Senin (15/02/2021).

Menurut penjaga gawang berpostur tinggi 177cm itu, kegiatan yang dijalankannya selama ajang vakum ikut membikin kualitas dan ketahanan fisik terjaga baik. Selain mengiringi aktivitas fun football, ia pula suka bersepeda dan terlibat dalam sebanyak pertandingan amal.

Kiper bernomor punggung 23 ini pula sibuk dengan aktivitas menangani anak-anak belia di kampung halamannya. Beberapa tahun ini ia sudah membesarkan SSB yang disusunnya, yaitu Joko Ribowo Football Akademi (JRFA).

Kemudian belum lama ini adalah Pati Football Training, yang berisikan pilar muda asal Pati. Tidak sampai di situ, mantan penjaga gawang Madura United itu pula baru saja ditunjuk sebagai anggota skuat nahkoda Persipa Pati di Liga 3.

“Saya pribadi ingin memajukan sepak bola daerah dan memajukan anak-anak di sini. Saya mau terjun karena saya ingin pemain lokal mendapatkan tempat,” tegas kiper PSIS Semarang itu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *