Penjaga Gawang Asal Pekalongan Merasa Senang di Madura United, Akan Bertahan?

Kiper Muhammad Ridho Djazulie menentukan tetap tinggal di Bangkalan sampai sekarang. Padahal, masa kerjanya bareng Madura United sudah berkesudahan sejak akhir Desember 2020.

Apakah ini pertanda penjaga gawang asal Pekalongan ini akan tetap memperkuat Laskar Sape Kerrab di musim ini? Sang kiper mengaku betah di Pulau Garam. Terutama, lingkungan masyarakat Madura yang kental dengan kultur pesantren.

“Saya senang berada di sini karena semua orang tahu kalau di Madura banyak pesantren, jadi sejuk. Masyarakatnya juga banyak yang santri, saya senang dengan lingkungan seperti ini,” kata kiper berusia 29 tahun itu dikutip dari situs resmi klub.

Kiper berpostur tinggi 179cm itu tidak menerangkan secara jelas bahwa dia tidak bakal berpindah tim di musim ini. Tetapi, kemungkinan itu amat tangguh. Apalagi, klub asal Pulau Garam ini pula belum memberitahukan nama-nama amunisi dalam tim, meski disebut telah mengikat masa bakti sebanyak pilar.

Penjaga gawang berusia 28 tahun ini berlabuh dengan Laskar Sape Kerrab sejak musim 2019 usai tiga musim berkostum Borneo FC. Dia menjadi alternatif utama di bawah mistar dan mencatatkan 30 performa.

Selama memperkuat Madura United, mantan kiper PS Bangka itu mengaku, punya momen yang susah dilalaikan. Seperti saat dirinya bertanding, dia memperoleh dukungan istimewa dari pendukung. Nyanyian, sorakan, atraksi di tribun, dan sebagainya membikin nyaman.

Selain itu, dia menambahkan bahwa momen yang paling berkesan terjadi usai berlaga. Dengan hasil menang atau kalah, para punggawa Laskar Sape Kerrab tetap memperoleh tepukan penghargaan kepada perjuangan amunisi di lapangan.

“Yang paling berkesan selama di Madura United itu saat saya bermain terus disoraki (mendukung) untuk menyemangati saya, terus setelah pertandingan biasanya ada tepukan dari suporter untuk menghargai usaha saya di lapangan,” imbuhnya.

Bareng tim kebanggaan K-Conk Mania ini juga dia berpeluang berkostum Timnas Indonesia senior pada tahun 2019 sebanyak dua kali. Masing-masing terjadi ketika bertemu Malaysia dan Vietnam dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *